AS Perlonggar Sanksi, Obligasi Rusia Kembali Diperdagangkan di Pasar Bursa Wall Street

Departemen Keuangan AS awalnya mengeluarkan larangan agar bank besar di Wall Street tidak dapat memfasilitasi perdagangan surat utang Rusia

Editor: Muhammad Zulfikar
680 NEWS
Beberapa bank besar yang ada dalam bursa Wall Street dikabarkan mulai memfasilitasi perdagangan obligasi atau surat utang dari Rusia, Senin (15/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Beberapa bank besar yang ada dalam bursa Wall Street dikabarkan mulai memfasilitasi perdagangan obligasi atau surat utang dari Rusia, Senin (15/8/2022).

Aturan tersebut dibuat Presiden AS Joe Biden setelah bank-bank asal Amerika dan Eropa mengajukan protes atas rilisnya larangan pembelian sekuritas Rusia, hingga mereka nekat keluar dari bursa saham Wall Street.

Ancaman inilah yang membuat AS mengizinkan bank-bank di Wall Street untuk memperdagangkan obligasi Rusia.

Baca juga: Vladimir Putin: Rusia dan Korea Utara akan Memperluas Hubungan Bilateral

Sebagai informasi, sebelum Biden menyetujui aturan ini Departemen Keuangan AS awalnya mengeluarkan larangan agar bank besar di Wall Street tidak dapat memfasilitasi perdagangan surat utang Rusia, sebagai bentuk sanksi atas invasi yang dilakukan Vladimir Putin pada Ukraina.

Namun setelah larangan tersebut dirilis sebagian besar bank AS dan Eropa terancam mengalami pembengkakan kerugian, lantaran para investor mulai meninggalkan aset yang tak bisa ditransaksikan.

Kekhawatiran inilah yang membuat para perbankan memutuskan untuk tidak lagi patuh terhadap perintah yang diterbitkan Departemen Keuangan  AS, dengan kompak keluar dari pasar Wall Street.

Walau Biden sudah mengizinkan perdagangan obligasi Rusia, tetapi para bank-bank tersebut masih tidak diperbolehkan untuk membuka akses perdagangan bagi investor baru.

Reuters mencatat usai obligasi Rusia mulai diperdagangkan sejumlah perbankan kini mulai kembali ke pasar Wall Street diantaranya bank JPMorgan Chase & Co (JPM.N) , Bank of America Corp (BAC.N) , Citigroup Inc (CN) , Deutsche Bank AG (DBKGn.DE) , dan Barclays Plc (BARC.L ).

Baca juga: Wall Street Melambung Usai Inflasi Amerika Serikat di Bulan Juli Melandai

"Kami mulai sekarang akan memfasilitasi divestasi obligasi pemerintah Rusia dan obligasi korporasi tertentu," jelas Bank of America usai Biden mengizinkan penjualan obligasi Rusia.

Belum diketahui siapa saja yang telah membeli obligasi Rusia usai Biden memberikan izin tersebut, namun seorang juru bicara bank Jefferies Financial Group Inc mengaku bahwa pihaknya saat ini tengah menyusul perbankan lainnya untuk memfasilitasi kebutuhan klien dalam menavigasi perdagangan obligasi atau surat utang dari Rusia.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved