Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Hanya Ajukan Satu Syarat Jika Eropa Tak Ingin Membeku di Musim Dingin

Presiden Rusia Vladimir Putin hanya mengajukan satu syarat bagi Uni Eropa yang sedang terancam membeku menjelang musim dingin.

Editor: Hendra Gunawan
DW
Pipa gas Nord Stream mengalirkan gas Rusia ke Eropa melalui perairan laut Baltik di wilayah Jerman 

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin hanya mengajukan satu syarat bagi Uni Eropa yang sedang terancam membeku menjelang musim dingin.

Putin mengatakan syarat tersebut adalah kesediaan negara-negara di Ui Eropa untuk mencabut sanksi dari pipa gas Nord Stream 2 Rusia.

Pemimpin Rusia ini bersikeras bahwa penyebab krisis energi di Eropa bukan karena Rusia, namun sanksi Uni Eropa yang menyulitkan Rusia menjualnya ke negeri benua biru tersebut.

"Pada akhirnya, jika terlalu sulit, jika semuanya menjadi begitu sulit, pergi dan cabut sanksi dari Nord Stream 2. Lima puluh lima miliar meter kubik per tahun — cukup tekan tombolnya, dan itu akan mengalir," kata Presiden Vladimir Putin pada konferensi pers setelah KTT SCO.

Baca juga: Jerman Sita Perusahaan Minyak Rusia, Rosneft: Ini Tindakan Ilegal

Putin menegaskan bahwa krisis energi dimulai bukan dari tindakanRusia terhadap Ukraina, teteapi saat Eropa berusaha mengurangi emisi karbon dengan energy hijaunya.

"Krisis energi di Eropa tidak dimulai dengan dimulainya operasi militer khusus di Ukraina. Ini dimulai dengan agenda hijau," kata Putin.

Uni Eropa mencabut sanksi dari pupuk Rusia, tetapi keputusan itu hanya terkait dengan negara-negara Uni Eropa. Ini adalah keputusan yang memalukan, kata Putin.

Sanksi pada pengiriman barang dan panggilan pelabuhan masih berlaku, katanya pada konferensi pers setelah KTT SCO.

"Retorika pangan UE adalah gertakan untuk memecahkan masalahnya sendiri," kata presiden.

Musim Dingin Mengancam

Sebelumnya Menteri Energi Belgia Tinne Van der Straeten memberi peringatan kepada seluruh Eropa bahwa mereka akan menghadapi musim dingin yang berat di tengah krisis gas alam yang terjadi setelah invasi Rusia.

Tinne mengatakan, harga gas alam di Eropa perlu segera ditetapkan. Ia juga menyebutkan, hubungan antara harga gas dan tarif listrik perlu direformasi.

Menjelang akhir tahun, Tinne khawatir Eropa akan menghadapi musim dingin yang sangat berat. Kondisi ini bahkan diprediksi bisa bertahan hingga bertahun-tahun kemudian.

"Lima sampai sepuluh musim dingin berikutnya akan mengerikan jika kita tidak melakukan apa-apa. Kita harus bertindak di sumbernya, di tingkat Eropa, dan bekerja untuk membekukan harga gas," ungkap Tinne, seperti dikutip BBC.

Baca juga: Bursa Saham Eropa Tergelincir Usai IMF dan Bank Dunia Teriak Soal Perlambatan Ekonomi Global

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved