Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Rupiah Melemah Menjadi Rp15.035 per Dolar AS

Pelemahan rupiah disebabkan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed sebesar 75 basis poin.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang di Jakarta. Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke level Rp15.035 pada Kamis 09.09 WIB (22/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke level Rp15.035 pada Kamis 09.09 WIB (22/9/2022).

Sebelumnya pada Rabu (21/9/2022) sore, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp14.997.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed sebesar 75 basis poin.

Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga 75 Basis Poin, IHSG Pagi Ini dibuka di Zona Merah

Ia melanjutkan, The Fed memberikan indikasi bahwa kebijakan pengetatan moneter atau kenaikan suku bunga acuan akan terus dilakukan.

"Kenaikan terus dilakukan hingga tingkat inflasi AS turun ke level target di kisaran 2 persen," ujarnya.

Menurut Ariston bisnis yang terkait ekspor yang mendapatkan keuntungan terkait penguatan mata uang Negeri Paman Sam.

Meski ekspor pastinya diuntungkan dengan pelemahan rupiah, tapi di sisi lain harga barang-barang konsumsi yang mengandung bahan impor bisa naik dan mengurangi permintaan.

Adapun dari sisi pemerintah, Ariston menambahkan, nilai tukar rupiah masih dalam rentang proyeksi dalam APBN tahun 2022.

"Level rupiah yang sekarang masih dalam asumsi makro yang dibuat pemerintah untuk tahun 2022, antara Rp14.500 hingga Rp14.900 per dolar AS," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved