Breaking News:

Era Mobil Berbahan Bakar Fosil Akan Berakhir, Kendaraan Listrik Sebagai Gantinya

Para produsen otomotif kini sedang berlomba-lomba mengembangkan dan memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan.

Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews/Choirul Arifin
Ilustrasi mobil listrik di hari pembukaan pameran otomotif GIIAS 2022, Kamis, 11 Agustus 2022. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Para produsen otomotif kini sedang berlomba-lomba mengembangkan dan memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan.

Pengembangan tersebut terus dilakukan dengan menciptakan ragam kendaraan di erbagai negara, termasuk Indonesia.

Sesuai dengan komitmen pemerintah pada Paris Agreement untuk menurunkan global warming, sejak awal industri otomotif nasional membangun pemahaman bahwa kendaraan masa depan yang akan lalu lalang di jalanan Indonesia adalah kendaraan bermotor yang memiliki dua syarat utama.

Pertama, kendaraan bermotor dengan emisi gas buang yang rendah dan ramah lingkungan. Kedua, kendaraan bermotor dengan penggunaan bahan bakar fosil yang makin berkurang untuk digantikan dengan bahan bakar nabati atau dengan bahan bakar baru dan terbarukan lainnya.

Baca juga: Mobil Listrik Juga Akan Jadi Kendaraan Dinas Prajurit TNI AL, Begini Rancangan KSAL

Untuk diketahui, bahan bakar fosil cepat atau lambat akan segera berakhir. Pemerintah dan industri otomotif nasional telah memulai langkah-langkah transisi untuk menggantikan bahan bakar berbasis fosil menuju bahan bakar baru terbarukan.

Sebagai contoh, saat ini Indonesia telah menggunakan B30 di mana campuran nabati 30 persen adalah yang tertinggi di dunia.

Terbitnya Inpres 7/2022 mengenai penggunaan kendaraan bermotor listrik bagi berbagai instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Kementerian dan Lembaga termasuk BUMN dinilai merupakan suatu kewajaran karena itu memang wewenang pemerintah.

Hal ini sejalan dengan wawasan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan industri otomotif nasional.

“Kendaraan bermotor listrik seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle), PHEV (Plug-In Hybrid Electric Vehicle), BEV (Battery Electric Vehicle) ataupun FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) atau kendaraan bermotor yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya adalah kendaraan bermotor masa depan yang saat ini keberadaannya semakin nyata,” ungkap Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi dalam siaran pers yang diterima Kontan, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, saat ini industri otomotif Indonesia telah menyediakan kendaraan bermotor listrik hasil produksi dalam negeri anggota Gaikindo, termasuk jenis kendaraan penumpang maupun komersial ringan dalam rentang kisaran harga Rp 200-300 juta, Rp 400-600 juta, dan di atas Rp 600 juta.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved