Selama Pandemi Covid-19, Pengiriman Barang ke Luar Negeri Meningkat Hingga 40 Persen

Jenis produk yang dikirim sekitar 50 persen adalah produk makanan, 30 persen pakaian, serta 20 persen produk kosmetik, dan lainnya.

HO
Pengiriman barang di Abang Express dalam sehari berkisar 500 hingga 1.000 resi atau rata-rata 700 resi dengan berat rata-rata 2 ton. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivitas pengiriman barang ke luar negeri saat pandemi Covid-19 mengalami peningkatan hingga 40 persen.

Direktur sekaligus Owner Abang Express Alwi mengatakan, selama pandemi jasa pengiriman justru mendapat berkah karena terjadi peningkatan.

"Alhamdulillah pengiriman ekspor melalui Abang Express dari 2021 ke 2022 malah naik 30 sampai 40 persen,” kata Alwi dalam keterangannya, Sabtu (29/10/2022).

Saat ini, kata Alwi, pengiriman barang di Abang Express dalam sehari berkisar 500 hingga 1.000 resi atau rata-rata 700 resi dengan berat rata-rata 2 ton.

Baca juga: Menko Luhut Yakin Target Ekspor 4,3 Juta Ton Dapat Tercapai Jika Kementerian dan Lembaga Bersinergi

“Ini masih bisa ditingkatkan lagi. Harapan kami ekspor Indonesia bisa terus berkembang dan pemerintah juga serius mendorong ekspor,” tuturnya.

Alwi menambahkan, pasar pengiriman barang Abang Express sekarang lebih banyak ke negara-negara Asia.

Ada lima negara yang sudah ditangani sendiri oleh Abang Express yakni Singapura, Malaysia, Taiwan, Uni Emirat Arah (UEA), dan Hong Kong. Negara-negara tersebut memiliki pasar yang besar karena banyak terdapat TKI, diaspora Indonesia, dan mahasiswa.

Untuk jenis produk yang dikirim sendiri, Alwi menyebut, sekitar 50 persen adalah produk makanan, 30 persen pakaian, serta 20 persen produk kosmetik, dan lainnya.

“Lalu untuk pengiriman barang ke negara di luar lima negara tersebut, Abang Express sudah menjadi anggota Asperindo, dan menjalin kerja sama dengan DHL,” katanya.

Alwi menjelaskan, salah satu tantangan bisnis jasa pengiriman ini adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang membuat ongkos kirim meningkat, di mana biaya operasional perusahaan turut membengkak.

“Tapi sampai sekarang kita belum ada penyesuaian harga. Rencana awal bulan depan (November) kita ada kenaikan ongkos kirim. Kita masih hitung kenaikannya biar tidak terlalu memberatkan, mungkin 10 persen,” pungkas Alwi.

Lebih lanjut Alwi mengatakan, perusahaan ekspres dan logistik yang fokus melayani ekspor di Indonesia masih sangat sedikit, padahal Indonesia punya peluang ekspor produk yang sangat besar.

“Kalaupun ada, itu yang skala besar atau B to B (business to business) yang menggunakan kontainer dengan volume berton-ton. Di Abang Express semua kita layani walaupun itu beratnya cuma sekilo atau setengah kilogram, kita bisa ekspor,” kata Alwi.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved