Jumat, 5 Juni 2026

Food Estate Disebut Tak Terurus, Petani: PH Tanah Masih Asam Tapi Ada yang Bagus

Program lumbung pangan di Kalimantan Tengah masih membutuhkan perbaikan dalam pelaksanaannya, seperti tata ruang air dan kondisi tanah.

Tayang:
TRIBUN/BIRO PERS/KRIS
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan baru dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program lumbung pangan atau food estate harus dilanjutkan.

Sebab, program tersebut dianggap berguna bagi ketahanan pangan di Indonesia.

Sebelumnya banyak yang menyoroti keberadaan lumbung pangan atau food estate yang terbengkalai di Kalimantan Tengah.

Lumbung pangan tersebut tidak terurus karena ditanam di lahan gambut.

Sementara tidak semua tanaman bisa tumbuh dengan baik di lahan gambut.

Baca juga: Ketua MPR RI Bamsoet: Fokus pada Food Estate untuk Merawat Ketahanan Pangan

"Masukan dari KTNA sebaiknya program food estate dilanjutkan. Program ini penting untuk ketahanan pangan Indonesia ke depan sebagai lumbung pangan dunia, juga membuka lapangan kerja dan kawasan ekonomi baru," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Muhammad Yadi Sofyan Noor dalam pernyataannya yang diterima Tribun, Jumat(11/11/2022).

Yadi mengakui program lumbung pangan di Kalimantan Tengah masih membutuhkan perbaikan dalam pelaksanaannya, seperti tata ruang air dan kondisi tanah.

"Sebagian masih dirapikan, termasuk irigasi. PH tanah juga masih asam, perlu pengapuran. Tapi ada juga yang sudah bagus dan bisa ditanami dengan hasil baik," tutur dia

Selain itu, lanjut Yadi, petani juga masih harus terus didorong untuk mengubah kebiasaan ritme tanam padi, dari yang hanya satu kali dalam setahun diharapkan menjadi lebih sering, yakni 2-3 kali dalam setahun.

"Kebiasaan petani di sana satu tahun hanya satu kali tanam. Jadi, kalau ada tanam kedua, apalagi ketiga, mereka enggan melakukannya. Makanya dengan adanya program food estate ini diharapkan mereka mau menanam serentak yang kedua. Sebagian sudah ada yang mau," jelas Yadi.

Hal serupa juga dikatakan Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Blanti Siam, Pulang Pisang, Kalimantan Tengah, Hartoyo mengakui program lumbung pangan di wilayahnya memberi banyak manfaat, termasuk dari sisi pendapatan.

"Jadi kemarin (sebelum ada food estate), padi basah istilahnya (gabah kering panen), belum ada yang beli. Nah, setelah ada food estate mulai ada yang beli. Itu senjak jalan transporrasi bagus. Petani mau jemur sendiri, mau dijual basah kan terserah petani," jelas Hartoyo.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved