Konferensi Tingkat Tinggi B20 Usai, Ini Sejumlah Kesepakatan yang Tercapai

Forum yang berlangsung selama dua hari, mulai 13 November hingga 14 November 2022 ini menghasilkan berbagai kerja sama antara kalangan bisnis.

Penulis: Nitis Hawaroh
Istimewa
Pertamina mengumumkan komitmen kerja sama yang telah ditandatangani sebelumnya di sela puncak kegiatan Business 20 (B20) di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022). Pada akhir B20 Summit Indonesia, telah disiapkan B20 Final Communique, sebuah dokumen yang merangkum seluruh policy recommendation untuk diserahkan kepada KTT G20. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Business Group (B20) telah rampung digelar di Nusa Dua Convention Center, Bali pada Senin (14/11/2022) malam.

Forum yang berlangsung selama dua hari, mulai 13 November hingga 14 November 2022 ini menghasilkan berbagai kerja sama antara kalangan bisnis.

Pada akhir B20 Summit Indonesia, telah disiapkan B20 Final Communique, sebuah dokumen yang merangkum seluruh policy recommendation untuk diserahkan kepada KTT G20.

Baca juga: Hadir di B20 Summit di Bali, Erick Thohir Pakai Lexus UX300e, Berikut Spesifikasinya

Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani mengatakan bahwa konferensi tersebut didukung lebih dari 1.200 anggota task force, action council, serta anggota international advocacy caucus yang mewakili lebih dari 15 sektor industri.

"Melalui bantuan delegasi dari seluruh dunia, (dengan senang hati) saya sampaikan bahwa kami secara kolektif merumuskan prioritas B20 Indonesia menjadi 25 policy recommendation dan 68 policy action,” ujar Shinta seperti dikutip dari Kompas.com Selasa (15/11/2022).

Berakhirnya gelaran B20 ditandai dengan penyerahan naskah Komunike di akhir pertemuan B20 oleh Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani.

Baca juga: Momen Jokowi di B20 Summit, Ajak PM Australia Kerja Sama Baterai Mobil Listrik, Bawa Lithium ke RI

Shinta Kamdani kemudian menyerahkan naskah komunike B20 2022 kepada perwakilan pemerintah India Chandrajit Banerjee sebagai simbol serah terima penyelenggaraan B20 selanjutnya. 

Dikutip dari Kontan.co.id, berikut beberapa kesepakatan yang terjalin di B20:

1. Penandatanganan antara Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) misalnya. Subholding Pertamina tersebut telah menandatangani Joint Development Agreement dengan ACWA Power Company di BNDCC untuk membangun fasilitas utilitas pasokan inti alias core utilities supply untuk Proyek Tuban Grass Root Refinery (GRR) & Petrochemical Project.

Akan ada 2 fasilitas yang dibangun lewat kerja sama ini, yaitu pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas 600 megawatts (MW) dan fasilitas desalinasi air dengan kapasitas sekitar 1.600 liter per detik. Kebutuhan investasi proyek tersebut berkisar US$ 1,2 miliar.

Baca juga: Arsjad Rasjid Sebut B20 Hasilkan Langkah Positif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

2. Penandatanganan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang telah menandatangani Perjanjian Kerjasama Definitif bersama Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd (Huayou) untuk membangun fasilitas pengolahan bijih nikel untuk memroses bijih nikel dari Blok Pomalaa dengan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) pada Minggu (13/11).

Keduanya berencana segera memulai proses ground breaking untuk proyek tersebut usai penandatanganan perjanjian definitif tersebut. Menurut rencana, Nilai investasi tambang, pabrik, dan fasilitas lainnya dalam proyek ini diproyeksikan mencapai senilai US$ 4,5 miliar.

3. Penandatanganan Hyundai Motor Company dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (AMI) juga menandatangani Nota Kesepahaman untuk menjamin pasokan aluminium pada Minggu (13/11). 

Kerja sama ini juga dilakukan untuk membentuk suatu sistem yang komprehensif dan kooperatif untuk produksi dan pasokan aluminium oleh AMI melalui perusahaan anaknya PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).

Baca juga: Task Force FoWE B20 Indonesia Dukung Inklusifitas dan Persiapan Transisi ke Sektor Masa Depan

4. Penandatanganan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Envision Group (Envision) telah menandatangani Head of Agreement (HoA) pada hari ini, Minggu (13/11), untuk melanjutkan rencana kedua perusahaan membangun kerja sama dibidang industri ramah lingkungan.

Kedua pihak bermaksud menjajaki prospek pengembangan teknologi industri Net Zero, dan berpotensi untuk membangun Net Zero Industrial Park yang pertama di Indonesia dan akan berlokasi di wilayah Sulawesi Tengah.

Seperti diketahui, melalui anak usaha rintisan VKTR, BNBR memang tengah berupaya membangun elektrifikasi transportasi yang terintegrasi, serta ekosistem baterai EV di Indonesia. Jaringan tersebut akan terdiri dari baterai untuk EV, EV-Bus, EV-Car, EV-Motorcycle, EV-Infrastructure, dan daur ulang baterai.
 

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved