Badai PHK

PHK 1.300 Karyawan, Siang Ini Saham GOTO Melonjak 5 Persen Hingga Jadi Top Gainers LQ45

Pada perdagangan sesi kedua Jumat (18/11/2022), sekitar pukul 14.09 WIB, saham GOTO melonjak 5,61 persen atau 12 poin ke level Rp226 per saham.

istimewa
GoTo mem-PHK 1.300 karyawan. Pada perdagangan sesi kedua Jumat (18/11/2022), sekitar pukul 14.09 WIB, saham GOTO melonjak 5,61 persen atau 12 poin ke level Rp226 per saham. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHk) 1.300 karyawan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), tidak berdampak negatif ke pergerakan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada perdagangan sesi kedua Jumat (18/11/2022), sekitar pukul 14.09 WIB, saham GOTO melonjak 5,61 persen atau 12 poin ke level Rp226 per saham.

Sejak awal perdagangan hingga pukul tersebut, saham GOTO bergerak pada kisaran Rp212 hingga Rp226 per saham.

Pada pagi tadi, saham GOTO dibuka naik ke posisi Rp216 dari harga penutupan kemarin Rp214 per saham.

Baca juga: PHK 1.300 Karyawan, GoTo: Tak Bisa Dihindarkan, Kami Ingin Tumbuh Berkelanjutan dalam Jangka Panjang

Adapun nilai transaksi saham GOTO hingga siang ini mencapai Rp210,65 miliar dengan melibatkan 962 juta lembar saham.

Tercatat, pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini saham GOTO menjadi top gainers LQ45 yakni naik 2,80 persen, bersama PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) naik 2,05 persen.

PHK 1.300 Karyawan

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen GoTo, PHK dilakukan karena adanya tantangan makro ekonomi global yang berdampak bagi para pelaku usaha di seluruh dunia.

GoTo seperti layaknya perusahaan besar lainnya, juga perlu beradaptasi untuk memastikan kesiapan Perusahaan menghadapi tantangan ke depan.

"Karenanya, Perusahaan harus mengakselerasi upaya untuk menjadi bisnis yang mandiri secara finansial dan tumbuh secara sustainable dalam jangka panjang," ucap Manajemen GoTo.

"Ini dilakukan antara lain dengan memfokuskan diri pada layanan inti, yaitu on-demand, e-commerce dan financial technology," sambungnya.

Untuk mendukung percepatan pertumbuhan, sejak awal tahun GoTo juga melakukan evaluasi optimalisasi beban biaya secara menyeluruh, termasuk penyelarasan kegiatan operasional, integrasi proses kerja, dan melakukan negosiasi ulang berbagai kontrak kerja sama.

Pada akhir kuartal kedua 2022, Perusahaan berhasil melakukan penghematan biaya struktural sebesar Rp800 miliar dari berbagai aspek penghematan, seperti teknologi, pemasaran dan outsourcing.

Namun demikian, Manajemen GoTo menegaskan untuk tetap fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved