Anak Usaha PTPN III Bangun Pabrik Minyak Goreng Berkapasitas 2.500 Ton Per Hari

PTPN Group akan terus meningkatkan hilirisasi sektor pangan melalui peningkatan produksi CPO dari 2,67 juta ton menjadi 3,3 juta ton

dok.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani. Anak usaha PTPN III, PT Industri Nabati Lestari (INL)  membangun pabrik minyak goreng baru dengan kapasitas olahan 2.500 ton per hari.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak usahanya PT Industri Nabati Lestari (INL) mulai membangun pabrik minyak goreng baru dengan kapasitas olahan 2.500 ton per hari.

Pabrik tersebut dibangun di lokasi yang sama dengan pabrik sebelumnya, yakni di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei Simalungun, Sumatera Utara.  

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani, mengatakan, pembangunan pabrik tersebut merupakan salah satu program strategis PTPN Group guna mengimplementasikan program strategis nasional (PSN) khususnya dalam hal Hilirisasi Komoditi Kelapa Sawit sebagaimana tertuang dalam Petaturan Menteri Bidang Perekonomian nomor 9 tahun 2022. 

“Selama lima tahun ke depan, PTPN Group akan terus meningkatkan hilirisasi sektor pangan melalui peningkatan produksi CPO dari 2,67 juta ton menjadi 3,3 juta ton, serta peningkatan produksi minyak goreng hingga empat kali lipat, atau dari 460 ribu ton menjadi 1,8 juta ton minyak goreng per tahun,” ujar Abdul Ghani dalam keterangannya, yang ditulis Minggu (4/12/2022). 

Abdul Ghani menyampaikan, sebelumnya PT INL telah memiliki pabrik pengolahan minyak sawit dengan kapasitas olah 750 ribu ton CPO per tahun, atau setara 579 ribu ton minyak goreng per tahun.  

“Rencananya, pabrik baru ini akan mulai beroperasi pada tahun 2024," ucapnya. 

Baca juga: Atasi Jatuhnya Harga TBS, Pemerintah Akan Bangun Pabrik Minyak Makan Merah

Sementara itu, Direktur PT Industri Nabati Lestari, Hasyim Toriq, menyampaikan, dengan adanya pabrik baru tersebut, maka ditargetkan pada 2024, total kapasitas pabrik pengolahan minyak goreng milik perusahaan dapat mencapai 1,5 juta ton CPO per tahun, atau setara dengan produksi minyak goreng sebesar 1,16 juta ton per tahun. 

"Sejauh ini, rata-rata produksi mencapai 90 persen dari total kapasitas," ujar Hasyim. Hasyim mengatakan, selama ini, INL menjual produk minyak gorengnya ke pasar luar negeri maupun pasar domestik. 

Baca juga: Pemprov DKI Berencana Bangun Pabrik Minyak Goreng, Ini Penjelasan Wagub

Untuk pasar domestik, saat ini perseroan telah memiliki 4 brand minyak goreng antara lain, Salvaco, INL, Nusakita dan Minyakita.

Dengan dukungan penuh dari PTPN Group, Hasyim optimis, INL akan mampu memberikan kontribusi terbaik dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun pasar dunia dengan kualitas dan harga bersaing.

“Dalam waktu dekat, untuk pemenuhan pasar Indonesia Timur, kami juga akan membangun pabrik pengisian dan pengemasan minyak goreng di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya di Surabaya,” ujar Hasyim.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved