Ada Ancaman Resesi di Depan Mata, Industri Asuransi Siapkan Imbal Hasil dalam Dolar AS

Mengantisipasi resesi, industri asuransi memberi keleluasaan masyarakat mendiversifikasi investasinya dan dilengkapi dengan proteksi jiwa.

Editor: Choirul Arifin
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI - Nasabah berbincang dengan bagian front office seusai acara peresmian Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) Sun Life Syariah di Jalan Veteran, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/4/2022). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Resesi ekonomi diperkirakan akan melanda banyak negara di tahun depan yang ditandai oleh penurunan perekonomian suatu negara selama dua kuartal berturut-turut dengan indikator produk domestik bruto (PDB) yang minus.

Salah satu penanda akan datangnya resesi ini adalah inflasi atau kondisi naiknya harga barang dan jasa yang berlebihan selama periode tertentu dan berakibat pada pelemahan daya beli masyarakat.

Menurut data yang dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia pada Oktober 2022 mencapai 5,71 persen secara tahunan. Kendati lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, yaitu 5,95%, namun angka tersebut tetap perlu diwaspadai.

Karena itu, dibutuhkan perencanaan keuangan yang optimal agar tidak semakin tergerus oleh inflasi.

“Seperti yang diutarakan oleh para pakar keuangan, diversifikasi aset merupakan salah satu siasat investasi dalam menghadapi resesi karena bertindak sebagai check and balances atas kerugian yang terjadi selama resesi," ujar Danning Wikanti, Chief Distribution Officer Sun Life dalam keterangan tertulis, Selasa (6/12/2022).

Industri asuransi nasional pun kini beradaptasi terhadap potensi resesi ekonomi global yang diprediksi akan terjadi tahun depan, karena disebabkan oleh kenaikan suku bunga acuan secara agresif yang dilakukan bank sentral berbagai negara.

Salah satu strateginya adalah melalui inovasi pemasaran produk asuransi plus investasi.

Misalnya seperti dilakukan PT Sun Life Financial Indonesia. Beradaptasi dengan ancaman resesi, perusahaan ini memperkenalkan Asuransi Sun USD Guaranteed dengan kepastian imbal hasil mata uang dolar AS sebesar 3,1% net per tahun.

Produk asuransi ini memungkinkan masyarakat mendiversifikasi investasinya dan dilengkapi dengan proteksi jiwa, produk ini dapat menjadi alternatif solusi di tengah ketidakpastian perekonomian yang diprediksi akan terjadi di tahun mendatang.

"Fleksibilitas yang ditawarkan oleh produk ini dan dipadukan dengan manfaat perlindungan jiwa sekaligus investasi di valuta asing menjadikan Asuransi Sun USD Guaranteed selaras dengan tujuan keuangan banyak orang di masa-masa penuh ketidakpastian seperti saat ini,” lanjutnya.

Dijelaskan, Sun USD Guaranteed merupakan asuransi jiwa sekali bayar dengan mata uang dolar AS yang memberikan Manfaat Meninggal Dunia dan Manfaat Akhir Kontrak dan diharapkan memberikan keleluasaan bagi nasabah dalam merencanakan keuangan dan diversifikasi aset sehingga membantu keluarga mencapai tujuan finansial masa depan dalam mata uang yang kuat dan stabil.

Karakter asuransi ini adalah pembayaran premi 1 kali untuk proteksi jiwa tanpa pemeriksaan medis dan tingkat imbal hasil dijamin sebesar 3,1%, tanpa biaya apapun serta manfaat meninggal dunia sebesar 110% Premi Tunggal.

Laporan Reporter: Tendi Mahadi |Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved