Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Turun karena Kekhawatiran Pada Ekonomi Global

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan laporan sebesar 119,1 atau lebih rendah dari 120,3 pada Oktober 2022.

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Rahmat Nugraha
Pedagang sayur-mayur di Pasar Cipanas, Jawa Barat. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, penurunan indeks keyakinan konsumen Indonesia di Oktober disebabkan masyarakat yang masih meraba kondisi pertumbuhan ekonomi global. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Indeks keyakinan konsumen menurun pada November 2022. Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan laporan sebesar 119,1 atau lebih rendah dari 120,3 pada Oktober 2022.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, penurunan ini sejalan dengan masyarakat yang masih meraba kondisi pertumbuhan ekonomi global.

“Masih ada ketidakpastian arah pertumbuhan ekonomi ke depan. Apakah resesi global terjadi dan apa dampaknya ke Indonesia?” tutur Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (8/122022).

Karena ini, masyarakat juga nampak hati-hati dalam membelanjakan uangnya. Mereka mengantisipasi dampak inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah ke daya beli.

Pun, masyarakat sangat mencermati risiko terjadinya resesi global pada pasar tenaga kerja. Apalagi, santer isu pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama pada perusahaan rintisan.

Baca juga: Analis Sebut Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen Turut Bikin IHSG Anjlok

Faisal membuka peluang masih ada potensi penurunan keyakinan konsumen ke depannya. Dengan demikian, perlu antisipasi agar keyakinan konsumen tak lagi merosot.

Namun, meski menurun, Faisal yakin IKK masih berada di zona optimistis atau indeks di atas 100.

Laporan Reporter: Anna Suci Perwitasari | Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved