Aviliani: Krisis Bikin Orang Kaya Makin Kaya
Namun, perlahan tingkat kesenjangan tersebut mulai turun walaupun cukup lambat, yakni mencapai 0,384 pada Maret 2022.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengungkapkan, tingkat kesenjangan yang tercermin dalam gini ratio sempat meningkat pada September 2020 mencapai 0,385.
Namun, perlahan tingkat kesenjangan tersebut mulai turun walaupun cukup lambat, yakni mencapai 0,384 pada Maret 2022.
"Gini ratio-nya turun, tapi belum signifikan, ini memang kesenjangan perlu diperhatikan. Sebab, biasanya kalau krisis orang kaya makin kaya," ujarnya dalam acara "Peran APBN dalam Rangka Pemulihan Ekonomi dan Antisipasi Resesi", Senin (12/12/2022).
Baca juga: Wapres Maruf Amin: Korupsi Bakal Memperparah Dampak Krisis Pangan
Aviliani menjelaskan, kalangan atas bisa semakin bertambah kaya jika terjadi krisis karena suku bunga meningkat, sehingga dapat berinvestasi.
"Kalau krisis itu kan bunga makin tinggi ya, dia tidak usah investasi di sektor riil, dia taruh di pasar uang, uangnya sudah tambah. Jadi konsumsinya bisa makin tinggi, tapi kalau di kelas menengah bawah kalau lagi krisis tidak ada investasi, dia tidak kerja, di PHK lagi gitu kan," katanya.
Selain itu, dia menambahkan, jika terjadi krisis ekonomi juga akan menurunkan tingkat pendapatan per kapita dari masyarakat.
"Maka kalau per kapita kita sudah naik, lalu krisis pasti per kapita kita turun, itu selalu gitu ya. Nah makanya ini adalah PR kita, di mana menjaga ke depan itu kesenjangan bisa semakin kecil," pungkas Aviliani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ekonom-senior-indef-aviliani1.jpg)