Senin, 8 Juni 2026

IHSG Sentuh Rekor 7.318 di 2022, Bisa Lebih Tinggi Lagi di 2023?

Demikian halnya dengan kapitalisasi pasar yang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tanggal 27 Desember 2022 sebesar Rp 9.600 triliun.

Tayang:
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengunjung melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/12/2022). Penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2022 ditutup melemah tipis 9,45 poin atau 0,14% ke level 6.850,619. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per 29 Desember 2022, telah berada di posisi 6.860,08 poin atau berhasil tumbuh sebesar 4,23 persen secara tahun berjalan.

Seiring dengan pertumbuhan IHSG tersebut, kapitalisasi pasar juga tumbuh sebesar 15,18 persen, yaitu sebesar Rp 9.509 triliun.

IHSG juga menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 7.318,01 poin, tepatnya pada tanggal 13 September 2022.

Baca juga: Delapan Indeks Sektoral Seret IHSG Kamis Pagi Jatuh ke Zona Merah, Turun 0,87 Persen ke Level 6.791

Demikian halnya dengan kapitalisasi pasar yang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tanggal 27 Desember 2022 sebesar Rp 9.600 triliun.

Praktisi pasar modal Lanjar Nafi mengatakan, IHSG berhasil catatkan kinerja positif sepanjang 2022 dibanding indeks negara berkembang bahkan negara maju lain yang catatkan kinerja negatif.

Lebih lanjut, Lanjar memperkirakan IHSG pada tahun depan bisa terus melanjutkan penguatan hingga menuju level resistance di 8.213.

"IHSG diperkirakan bisa mencapai level 8.213 dengan menggunakan hitungan valuasi sederhana pakai pertumbuhan EPS (earnings per share)" ujar dia melalui risetnya kepada Tribunnews.com, Minggu (1/1/2023).,

Lebih lanjut, dia menilai IHSG bisa menguat tahun ini didorong aktivitas ekonomi sudah masuk tahap normalisasi, harga komoditas utama Indonesia dibanjiri permintaan, serta pendapatan negara melonjak tinggi.

"Kemudian, pengendalian pandemi yang maksimal, neraca perdagangan tercatat surplus, dan ruang kebijakan yang luas menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi. Dengan itu, optimisme investor yang terbangun disepanjang tahun 2022," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved