Jumat, 29 Mei 2026

LRT Akan Diperluas Hingga Bogor dan Grogol, Berapa Tarifnya?

PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat ini sedang memacu pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek agar Juli 2023 nanti bisa beroperasi

Tayang:
Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews.com
Kereta LRT Jabodebek di dalam Depo LRT Jabodebek, Bekasi, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat ini sedang memacu pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek agar Juli 2023 nanti bisa beroperasi.

Proyek ini disebut-sebut telah selesai 86 persen dan sisanya bisa diselesaikan sesuai target.

LRT Jabodebek tahap pertama diproyeksikan melintasi Stasiun Dukuh Atas - Cawang, Stasiun Jati Mulya Bekasi - Cawang, Stasiun Harjamukti Cibubur - Cawang.

Baca juga: Lowongan Kerja PT LRT Jakarta untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Kepala Divisi LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengatakan, setelah lintasan ini selesai, maka proyek LRT ini kemungkinan akan diperluas pada tahap berikutnya, agar menjangkau daerah lain khususnya kawasan Jabodebek.

"Kalau melihat ke Perpres itu memang tahap berikutnya adalah ke Cibubur sampai dengan Bogor.

Kemudian dari Dukuh Atas sampai dengan Palmerah, Senayan, dan ke Grogol," kata Purnomo di Gedung OCC PT KAI Divisi LRT Jabodebek, Tambun, Bekasi, Selasa (17/1/2023).

Purnomo mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus untuk menyelesaikan proyek LRT Jabodebek agar beroperasi sesuai target pada Juli mendatang.

"Karena ini kan yang pertama ya dengan jarak jauh dengan kecepatan ya variatif tapi sampai 80 km per jam itu baru pertama kali di Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Purnomo berharap agar LRT memiliki lintasan yang semakin panjang dan didukung dengan investasi dari berbagai pihak.

"Sebenarnya kalau investor dan lain sebagainya cukup banyak yang berminat ya tapi kita buktikan dulu (proyek LRT Jabodebek)," ucap dia.

Adapun LRT Jabodebek ditargetkan beroperasi pada Juli 2023. LRT ini memiliki lintasan sepanjang 44,43 kilometer dan akan melayani penumpang mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 23.27 WIB.

Baca juga: Lowongan Kerja PT LRT Jakarta untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Terintegrasi dengan Moda Lain

Disebutkannya, Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi, Depok, dan DKI Jakarta terkait pembicaraan feeder penumpang sehingga terintegrasi dengan moda transportasi lain.

Mereka meminta agar rute angkutan ataupun layanan angkutan umum yang ada di sekitar stasiun bisa ditambah atau diubah rutenya (rerouting).

"Kami sudah mendapatkan kepastian akan dilakukan rerouting," kata .

Ketika trial run dimulai pada Mei 2023 mendatang, ketiga Pemda tersebut telah dikonfirmasi akan melakukan perubahan rute.

Ia menyebut hal itu agar rata-rata tiga atau empat angkutan kota itu bisa masuk ke stasiun LRT Jabodebek.

Pekerja menyelesaikan proses pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Sudirman, Jakarta, Minggu (27/11/2022). Jembatan tersebut mengintegrasikan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas dengan Stasiun Sudirman. Moda tersebut juga akan terhubung dengan koridor bus TransJakarta dan jalur MRT. Tribunnews/Jeprima
Pekerja menyelesaikan proses pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Sudirman, Jakarta, Minggu (27/11/2022). Jembatan tersebut mengintegrasikan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas dengan Stasiun Sudirman. Moda tersebut juga akan terhubung dengan koridor bus TransJakarta dan jalur MRT. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Bisa masuk, bisa terintegrasi, kemudian bisa memberikan kemudahan," ujar Purnomosidi.

Ia mengatakan moda transportasi tersebut akan dilengkapi pendingin ruangan (air conditioner/AC).

Itu sesuai arahan dari Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya.

"Di LRT pakai kereta yang AC, jangan sampai nanti naik busnya enggak AC," katanya.

Selain berdikusi bersama Pemda setempat, KAI juga akan mengajak diskusi Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Kepala Dinas Perhubungan.

Upaya berikutnya adalah memudahkan masyarakat menjangkau stasiun LRT Jabodebek adalah menggandeng pusat keramaian seperti Plaza atau Mall.

Baca juga: Di Sela KTT G20, Gubernur Koster Bertemu Menteri Korea Selatan Bahas Pembangunan LRT Bali

"Kemudian komplek perumahan agar mereka bisa menggunakan bus shuttle ke stasiun-stasiun LRT kita seperti Cibubur. Ini yang sudah hampir selesai adalah Jababeka ke Stasiun Jati Mulya akan ada shuttle," ujar Purnomosidi.

Ia menyebut pihaknya juga sudah bersama berdiskusi bersama Mall Summarecon Bekasi.

"Summarecon kemungkinan akan ada shuttle ke Stasiun Bekasi Barat. Nah ini kita kembangkan terus nih ke stasiun kita," kata Purnomosidi.

"Kita pantau. Kita lihat mana yang ada perumahan dan pusat keramaian sehingga bisa memberikan shuttle ke Stasiun LRT Jabodebek," ujarnya melanjutkan.

Berikutnya, ia menyebut telah bekerja sama dengan Mall Revo Town Bekasi karena posisinya berdekatan dari Stasiun Bekasi Barat.

Kata Purnomodisi, pihak Mall Revo Town sudah membuat jembatan ke stasiun LRT Jakarta.

"Kemudian Dukuh Atas. Kawasan Dukuh Atas itu juga sama. Kita bekerja sama dengan MITJ, bagaimana teman-teman MITJ membuat jembatan multiguna," katanya.

Baca juga: Jokowi: LRT Berkapasitas 420 Penumpang Diharapkan Beroperasi Juli 2023

Di lantai satu mereka akan membuat jembatan untuk orang berjalan kaki dan di lantai dua adalah area komersial.

"Bisa nongkrong, bisa ngopi, dan lain sebagainya dan terkoneksi dengan kereta commuter Stasiun Dukuh Atas," ujar Purnomsidi.

Terakhir, ada Taman Mini. Di sini, KAI menjalin kerja sama dengan Jasa Marga agar bisa membuat tempat lifestyle.

"Di situ nanti begitu turun penumpang bisa ngopi, bisa kuliner, bisa segala macam lah. Terutama yang berbasis UMKM. Itu akan menjadi daya tarik sendiri buat penumpang" kata Purnomosidi.

Tarif

Selain itu, LRT rata-rata akan melayani sebanyak 434 perjalanan KA setiap harinya dengan target awal pengguna jasa sebanyak 137.000 setiap harinya.

Purnomosidi mengatakan tarifnya akan ditarik per kilometer seperti kereta commuter.

Tarif tersebut juga akan diberi subsidi oleh Pemerintah. Ia mengaku sedang menunggu penetapan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan.

Purnomosidi menyebut tarif LRT Jabodebek yang disarankan memiliki rata-rata sebesar Rp 15 ribu.

Lalu, ada pula biaya progresif yang diusulkan, di mana jarak terjauh sebesar Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu.

"Ada progresifnya. Jadi, jarak terjauhnya itu kira-kira kalau yang kami usulkan, yang belum ditetapkan ya, mungkin kira-kira Rp 24 ribu sampai Rp 25 ribu untuk jarak terjauh," ujarnya.

Public Relation LRT Jabodebek Kuswardojo menambahkan tarif yang diusulkan nanti akan mengalami perubahan harga setiap 3-5 kilometer.

"Perkiraannya 3-5 kilometer ada perubahan tarif tambahan. Seperti KRL. Kita usulannya 3-5 kilometer," katanya.

Kuswardojo menyebut pada April mendatang tarif LRT Jabodebek akan diinformasikan ke publik, beserta tarif progresifnya.

Sebagai informasi, LRT Jabodebek memiliki jarak terjauh dari Stasiun Jati Mulya ke Stasiun Dukuh Atas sepanjang 27,3 km dengan durasi 40 menit.

Sedangkan dari Stasiun Harjamukti ke Stasiun Dukuh Atas memiliki jarak 24,7 km dengan estimasi 37 menit.

Dari Stasiun Jatimulya ke Stasiun Dukuh Atas ada 14 stasiun yang melayani.

Dari Stasiun Harjamukti ke Stasiun Dukuh Atas ada 12 stasiun yang melayani. Total stasiun di LRT Jabodebek ada 18.

Kedua jalur tersebut akan terintegrasi di Stasiun Cawang.

Sistem CBTC

Light Rail Trainset/Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek akan dioperasikan menggunakan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) level 3.

Sistem CBTC adalah sistem pengoperasian kereta berbasis komunikasi, sehingga sistem dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal secara otomatis dari pusat kendali operasi serta tanpa masinis.

“Walau tanpa masinis, perjalanan LRT Jabodebek tetap terdapat petugas yang disebut Train Attendant untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan dan jika dibutuhkan untuk penanganan dalam kondisi darurat,” ujar Manager Public Relation LRT Jabodebek Kuswardojo dalam siaran persnya.

Dalam melayani masyarakat, LRT Jabodebek akan mengoperasikan 31 trainset/rangkaian, di mana setiap trainset/rangkaian LRT Jabodebek terdiri atas 6 kereta.

Lebih lanjut, Kuswardojo mengungkapkan, LRT Jabodebek mampu menganggkut mencapai 1.308 penumpang, yang akan melayani masyarakat mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 23.27.

"Nantinya LRT Jabodebek rata-rata akan melayani sebanyak 434 perjalanan KA setiap harinya dengan target awal pengguna jasa sebanyak 137.000 setiap harinya.

Hadir setiap 4 menit di Stasiun Dukuh Atas-Cawang, setiap 8 menit di Stasiun Jati Mulya-Cawang, serta setiap 8 menit di Stasiun Harjamukti-Cawang,” katanya.

LRT Jabodebek akan melayani masyarakat dengan menghadirkan 18 stasiun yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya.

Stasiun-stasiun tersebut terintegrasi dengan moda transportasi lain, sehingga memudahkan masyarakat dalam bermobilisasi.

Selain itu, stasiun LRT Jabodebek tersebar di lokasi yang strategis mulai dari kawasan perumahan, perbelanjaan, hingga kawasan bisnis, sehingga memudahkan masyarakat dalam menggunakan LRT Jabodebek.

Dalam operasionalnya layanan penggunajasanya, LRT Jabodebek menerapkan sistem cashless menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) transportasi yang sudah ada misalnya KMT, kartu uang elektronik ataupun dompet digital/e-wallet.

“KAI juga menyiapkan petugas pengawas stasiun, petugas loket, passanger service, cleaning service, petugas kesehatan dan security untuk mengoptimalkan pelayanan pada pelanggan di semua stasiun LRT Jabodebek,” pungkas Kuswardojo. (Tribunnews.com/Kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved