Jumat, 24 April 2026

Australia Rilis Uang Kertas Versi Baru Tanpa Wajah Ratu Elizabeth II

Bank Sentral Australia (RBA) resmi mengganti tampilan uang kertas 5 dolar Australia dengan menghilangkan gambar Ratu Elizabeth II

dok. RBA
Uang kertas baru pecahan 5 dolar Australia yang diterbitkan Bank Sentral Australia (RBA) tanpa gambar Ratu Elizabeth II. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY – Bank Sentral Australia (RBA) resmi mengganti tampilan uang kertas 5 dolar Australia dengan menghilangkan gambar Ratu Elizabeth II dan menggantinya dengan desain baru bergambar wajah perempuan pribumi Australia.

Sisi lain dari pecahan mata uang itu akan terus menampilkan gambar Parlemen Australia, seperti yang dikutip Reuters pada Kamis (2/2/2023).

Pengumuman penerbitan uang kertas baru ini disampaikan RBA usai rampung berkonsultasi dengan pemerintah federal.

Setelah resmi mengantongi lampu hijau dari pemerintah pusat RBA rencananya akan segera mencetak dan menerbitkan tampilan mata uang kertas baru itu ke masyarakat Australia.

“Butuh beberapa tahun untuk merancang dan mencetak uang kertas baru. Sampai saat itu, catatan saat ini akan terus diterbitkan," sebut RBA.

Pasca kematian Ratu Elizabeth II awal tahun 2022 lalu, para pejabat federal Australia mulai memperdebatkan tentang masa depannya sebagai monarki konstitusional, termasuk perubahan pada mata uangnya.

Baca juga: Australia Dihantui Kenaikan Suku Bunga Tinggi Gara-gara Lonjakan Inflasi di Penghujung 2022

Mengingat sejak referendum 1999, Australia memutuskan untuk mempertahankan kepala monarki Inggris sebagai Kepala Negara.

Munculnya aturan ini yang membuat Australia wajib menyematkan  gambar raja atau ratu akan muncul di uang kertas dengan nilai paling rendah.

Baca juga: Australia Butuh Lebih Banyak Migran yang Mau Tinggal dan Kerja di Kota Kecil

Namun usai Raja Charles III memimpin monarki Inggris menggantikan posisi ibunya, partai Buruh kiri-tengah Australia selaku otoritas tertinggi di negara kangguru tersebut mulai mendorong RBA melakukan referendum guna memperbaharui catatan terkait perubahan tampilan mata uang dalam monarki konstitusional.

 Diantaranya dengan mengakui keberadaan masyarakat Pribumi dalam mata uang Australia dan melibatkan partai buruh dalam setiap konsultasi mengenai pengesahan keputusan dalam dokumen monarki konstitusional.

Keputusan tersebut diambil untuk mencerminkan dan menghormati sejarah budaya masyarakat pribumi. Selain itu tidak disematkannya gambar pangeran Charless III lantaran parlemen Australia menganggap kepribadian pemimpin baru Inggris itu bertentangan dengan statusnya sebagai raja.

Belakangan diketahui banyak orang Australia yang tidak setuju dengan perubahan mata uang yang menempatkan gambar panegran Charles III.

Bahkan mereka berpendapat bahwa lebih baik mengisi tampilan mata uang baru Australia dengan wajah Steve Irwin seorang pemburu buaya sekaligus presenter kondang di Sydney ketimbang wajah Raja Charles III.

"Steve Irwin layak ditempatkan ke bentuk mata uang tertinggi kami" ujar salah satu warga Australia.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved