Jumat, 24 April 2026

Rudy Gantikan Djony Pimpin Astra, Direksi dan Komisaris Dirombak

Astra rombak jajaran direksi dan komisaris. Rudy ditunjuk sebagai Presiden Direktur, pemegang saham juga menyetujui dividen Rp15,7 triliun.

Penulis: willy Widianto
HO/IST
PERGANTIAN DIREKSI - Jajaran Direksi PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (23/4/2026). RUPST menetapkan Rudy sebagai Presiden Direktur ASII menggantikan Djony Bunarto Tjondro. 

Ringkasan Berita:
  • Astra rombak direksi dan komisaris dalam RUPST 2026 di Jakarta
  • Rudy ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Djony Tjondro
  • Pemegang saham setujui dividen Rp15,7 triliun dari laba 2025

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) merombak jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (23/4/2026), dengan menunjuk Rudy sebagai Presiden Direktur menggantikan Djony Bunarto Tjondro.

Perubahan berlaku sejak penutupan RUPST sesuai anggaran dasar perseroan.

Rudy sebelumnya menjabat Wakil Presiden Direktur.

Ia kini memimpin bersama delapan direktur, termasuk Gidion Hasan, Santosa, Gita Tiffani Boer, FXL Kesuma, Thomas Junaidi Alim W, Hsu Hai Yeh, serta dua nama baru, Siswadi dan Djap Tet Fa.

Sejumlah nama tidak lagi tercantum dalam jajaran direksi, antara lain Djony Bunarto Tjondro, Henry Tanoto, dan Hamdani Dzulkarnain Salim.

 
Komisaris Dirombak

Di tingkat pengawasan, Prijono Sugiarto ditunjuk sebagai Presiden Komisaris.

Posisi komisaris independen diisi Muhamad Chatib Basri dan Pariya Tangtongpairoth, melengkapi Sri Indrastuti Hadiputranto serta Muliaman Darmansyah Hadad.

Komisaris lain yang tetap menjabat antara lain Anthony John Liddell Nightingale, Benjamin William Keswick, Stephen Patrick Gore, Lincoln Lin Feng Pan, dan Lee Liang Whye.

Sementara itu, Apinont Suchewaboripont dan Benjamin Herrenden Birks tidak lagi tercantum dalam susunan terbaru.

Baca juga: Soroti Kondisi Perekonomian RI, Celios: Kalau Disebut Baik-baik Saja, tapi Kenapa Hidup Makin Berat?

 
Dividen Disetujui

Selain perubahan pengurus, RUPST menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp32,76 triliun.

Pemegang saham menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp390 per saham atau sekitar Rp15,7 triliun.

"RUPST menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp32,76 triliun. Sebesar Rp390 setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp15,66 triliun dibagikan sebagai dividen tunai," ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, dalam keterangannya.

Nilai tersebut termasuk dividen interim Rp98 per saham yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025.

Sisa dividen Rp292 per saham dijadwalkan dibayarkan pada 25 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB (tanggal pencatatan).

Perseroan menyatakan besaran final dividen akan menyesuaikan jumlah saham beredar, seiring program pembelian kembali saham (buyback) yang masih berjalan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved