Badai PHK
FedEx Akan PHK Petinggi Perusahaan Demi Tekan Biaya Operasional
Perusahaan tidak menyebutkan berapa banyak posisi yang akan terpengaruh PHK ke depannya.
Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Raksasa pengiriman FedEx Corporation mengumumkan akan memangkas jumlah pejabat dan direkturnya lebih dari 10 persen pada Rabu (1/2/2023).
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pengurangan biaya operasional perusahaan yang telah mengurangi staf perusahaan hingga 12.000 pekerja sejak Juni.
Dikutip dari Reuters, saham FedEx naik 3,4 persen menjadi 200,52 dolar AS karena investor memuji langkah tersebut, yang menunjukkan kemajuan rencana perusahaan untuk memangkas biaya operasional sebesar 3,7 miliar dolar AS tahun ini.
Baca juga: Jaga Keberlangsungan Bisnis, Pinterest Lakukan PHK Terhadap 150 Karyawan
FedEx memberi tahu karyawan mengenai PHK terhadap karyawan tingkat senior dalam sebuah memo. Namun, perusahaan tidak menyebutkan berapa banyak posisi yang akan terpengaruh PHK tersebut.
"Sayangnya, ini adalah tindakan yang diperlukan untuk menjadi organisasi yang lebih efisien dan gesit," tulis CEO FedEx, Raj Subramaniam, seraya menambahkan bahwa perusahaan sedang mengonsolidasikan beberapa tim dan fungsi.
Pada pertengahan September, FedEx menarik perkiraan keuntungannya dan sahamnya jatuh lebih dari 20 persen, penurunan harian terbesar dalam 50 tahun.
Subramaniam menyalahkan penurunan bisnis global, sementara para kritikus menyalahkan adanya permintaan yang melambat dan tekanan keuntungan yang berkelanjutan dari unit bisnis FedEx yang mahal dan dijalankan secara terpisah.
Seorang manajer portofolio di Hodges Capital Management Gary Bradshaw, baru-baru ini mengatakan bahwa pemutusan hubungan kerja di FedEx akan disambut baik, terutama setelah perusahaan menurunkan perkiraan laba tahunannya.
"Mereka punya banyak ukuran yang tepat untuk dilakukan," kata Bradshaw.
Selama beberapa dekade, FedEx menjadi favorit investor dibandingkan pesaingnya, United Parcel Service (UPS), karena mengandalkan pekerja nonunion yang lebih murah dan tenaga kerja outsourcing.
Namun dalam beberapa tahun terakhir CEO UPS, Carol Tomé, telah memberikan keuntungan yang lebih besar dan layanan yang lebih baik dari jaringan tunggal perusahaan tersebut.
FedEx akan mengurangi jumlah karyawan tetap dan paruh waktu menjadi sekitar 535.000 orang, kira-kira setara dengan UPS, berdasarkan jumlah tenaga kerja dalam laporan tahunan terbaru untuk setiap perusahaan.
Tetapi angka-angka itu hanya mengungkapkan sebagian dari cerita karena mereka mengecualikan sekitar 6.000 kontraktor FedEx dan pekerjanya, yang menangani sebagian besar bisnis pengiriman paket darat FedEx Ground.
Sebagian besar kontraktor Ground masing-masing mempekerjakan sekitar sembilan hingga 12 karyawan, kata konsultan Satish Jindel, yang membantu mendirikan perusahaan yang diganti namanya menjadi FedEx Ground.
FedEx telah merumahkan sementara pekerja di divisi angkutan truknya FedEx Freight karena permintaan pengiriman e-commerce mulai melemah dan ancaman resesi. FedEx bergabung dengan perusahaan yang berfokus pada transportasi mulai dari layanan pengiriman Amazon.com, perusahaan angkutan truk CH Robinson Worldwid dan startup pengiriman barang Flexport dalam mengumumkan PHK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/van-listrik-brightdrop-zevo-600.jpg)