Redam Inflasi AS, The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin
Sementara itu, pasar saham awalnya melihat pertemuan ini sebagai pertanda bahwa Fed akan segera mengakhiri kenaikan suku bunga.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Federal Reserve (The Fed) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase (25 basis poin) dan memberikan sedikit indikasi bahwa itu mendekati akhir dari siklus kenaikan ini.
Dikutip dari CNBC, The Fed menargetkan kenaikan suku bunga untuk menurunkan inflasi di Amerika Serikat (AS), meskipun ada tanda-tanda perlambatan baru-baru ini, yang masih mendekati level tertinggi sejak awal 1980-an.
"Data inflasi yang diterima selama tiga bulan terakhir menunjukkan penurunan yang disambut baik dalam laju kenaikan bulanan," kata Jerome Powell, ketua Federal Reserve dalam konferensi pers pasca pertemuannya, Rabu (1/2/2023).
Baca juga: Saham Teknologi Diprediksi Memimpin Pasar karena Keberhasilan The Fed Kendalikan Inflasi
"Dan sementara perkembangan terakhir menggembirakan, kita akan membutuhkan lebih banyak bukti untuk yakin bahwa inflasi berada di jalur penurunan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, pasar saham awalnya melihat pertemuan ini sebagai pertanda bahwa Fed akan segera mengakhiri kenaikan suku bunga.
Namun pada kenyataannya tidak seperti yang diharapkan ketika saham Dow Jones Industrial Average jatuh lebih dari 300 poin usai pertemuan The Fed.
Dalam pertemuan itu pula, Powell mengindikasikan bahwa "proses disinflasi" telah dimulai.
“Kami sekarang dapat mengatakan bahwa proses disinflasi telah dimulai,” kata Powell sembari mencatat bahwa “sangat dini untuk menyatakan kemenangan atau berpikir hal itu benar-benar telah didapatkan”.
Terlepas dari itu, Fed telah menyetujui empat langkah berturut-turut sebesar 75 basis poin sebelum naik lebih kecil sebesar 50 basis poin pada Desember 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-the-fed.jpg)