Turunkan Emisi Karbon, Pakuwon Jati Pasang PLTS Atap di Empat Pusat Perbelanjaan
Pakuwon Jati secara bertahap menurunkan emisi karbon untuk pperasional pusat perbelanjaannya dengan memasang PLTS Atap di Mal
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) secara bertahap menurunkan emisi karbon untuk pperasional pusat perbelanjaannya dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap secara bertahap pada empat pusat perbelanjaan yang dikelolanya.
Keempat pusat berbelanjaan tersebut adalah Gandaria City di Jakarta, Tunjungan Plaza dan Royal Plaza di Surabaya dan Pakuwon Mall di Yogyakarta.
Pemasangan PLTS Atap ini seluruhnya dikerjasamakan dengan PT Agra Surya Fastood dengan kapasitas terpasang total mencapai 1,736 kWp dan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 1.464 ton per tahun.
Baca juga: PLTS Nusa Penida Berhasil Turunkan Emisi 4,19 Ribu ton CO2e per Tahun di Pulau Bali
Pada tahap awal, PLTS Atap telah selesai dipasang di Mal Gandaria City berkapasitas terpasang 544,45 kWp di Jakarta Selatan yang peresmian pengoperasiannya dilakukan hari ini di Mal Gandaria City, Jumat, 19 Mei 2023.
"Kita menjalin kerjasama dengan PT Agra Surya Fastfood sebagai komitmen Pakuwon mendukung energi bersih dan mendukung target zero emission Indonesia di 2060," ujar A Stefanus Ridwan, Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk.
Harvey Tjokro, Direktur Utama PT Agra Surya Fastfood menambahkan, pihaknya sangat bangga atas kerjasama pemasangan PLTS Atap ini dengan Pakuwon Group, salah satu pemain properti terbesar di Indonesia.
"PLTS Atap di Gandaria City ini merupakan kerjasama PLTS Atap yang kami bangun. Dalam waktu dekat kami juga akan menjalin kerjasama pengadaan motor listrik dan infrastruktur kendaraan listrik di Pakuwon Group," ujar Harvey Tjokro.
Andriah Feby Misna, Direktur Aneka Energi dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM yang menyaksikan peresmian operasional PLTS Atap di Mal Gandaria City menyatakan sangat mendukung inisiatif Pakuwon Group menyukseskan program pemerintah untuk menurunkan emisi karbon secara bertahap sebagai strategi memitigasi perubahan iklim.
Baca juga: PLN Bakal Bangun PLTS Apung Berkapasitas 42 Megawatt Peak di Batam
"Kami ucapkan selamat kepada Pakuwon Froup yang telah berkontribusi pada transisi energi dsn semoga bisa diikuti perusahaan properti lainnya. Penggunaan energi bersih merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk memitigasi perubahan energi," ujarnya.
Dia mengatakan, pemerintah menargetkan, penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia mencapai 23 persen di 2025. Sementara, hingga 2022 penggunaan EBT dan bauran energi di Indonesia sudah mencapai 12,3 persen. "Masih perlu upaya besar untuk mengejar target 23 persen di 2025," ungkap Andriah.
Dia menambahkan, energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sumbernya masih sangat melimpah mengingat posisi Indonesia yang berada di wilayah tropis. "Potensi energi terbarukan dari tenaga matahari di Indonesia mencapai 32,5 gigawatt dari pelanggan rimah tangga, industri, bisnis maupun pemerintah dan sosial," bebernya.
Sementara, kapasitas terpasang energi surya di Indonesia mencapai 92,9 megawatt per April 2023 yang berasal dari 7.000-qn pelanggan, dengan pelanggan terbesar dari rumah tangga 72 persen.
Namun dari sisi kapasitas terpasang, volume penggunan energi surya terbesar berasal dari sektor industri, mencapai 47 persen.
Djohari Tatang, Corporate General Manager Engineering Pakuwon Group menambahkan, energi surya di Gandaria City berkontribusi 2,7 persen terhadap total pemakaian energi listrik di pusat perbelanjaan ini. "Seluruh energi dari PLTS Atap ini kita connect langsunt ke beban chiller yang langsung bisa menyerap energi yang dihasilkan dari PLTS Atap," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pakuwon-jati-plts-atap.jpg)