Rabu, 20 Mei 2026

Jumat Pagi, Rupiah Dibuka Langsung Ambruk ke Rp 15.123 Per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat (7/7/2023), dibuka ambruk ke level Rp 15.123 per dolar AS,

Tayang:
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Teller memperlihatkan pecahan uang Rupiah baru di Kantor Layanan Utama Bankaltimtara, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat (7/7/2023), dibuka ambruk ke level Rp 15.123 per dolar AS 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat (7/7/2023), dibuka ambruk ke level Rp 15.123 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg.

Hingga sekira pukul 09.20, mata uang Garuda bergerak semakin turun ke Rp 15.127 per dolar AS dengan rentang pergerakan di kisaran Rp 15.117 per dolar AS sampai Rp 15.138 per dolar AS.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada pada posisi Rp 15.060 per dolar AS dengan kisaran harian Rp 15.039 per dolar AS hingga Rp 15.137 per dolar AS.

Baca juga: Keok, Rupiah Siang Ini Melemah ke Level Rp 15.058 Per Dolar AS

Sementara, rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp 15.062 per dolar AS.

Sebelumnya, Analis pasar uang sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah berpotensi menuju Rp 15.100 pada hari ini.

"Mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif. Namun, ditutup melemah di rentang Rp 15.040 hingga Rp 15.100 per dolar AS," ujar dia melalui risetnya, Jumat (7/7/2023).

Ibrahim menjelaskan, sentimen eksternal yang memengaruhi mata uang Garuda adalah dari risalah Bank Sentral AS atau The Fed.

Risalah Fed menunjukkan, bahwa hampir semua anggota bank sentral mendukung lebih banyak kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, mengutip inflasi yang membandel dan pasar tenaga kerja terlalu panas.

"Risalah meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan dalam pertemuan akhir Juli Fed. Sementara juga mendorong investor masuk ke dolar dan keluar dari pasar Asia yang berisiko tinggi," katanya.

Selain itu, data selama seminggu terakhir menunjukkan bahwa aktivitas bisnis China memburuk selama tiga bulan berturut-turut di bulan Juni.

"Menunjukkan, bahwa pemulihan pasca-Covid-19 di negara tersebut sebagian besar telah kehabisan tenaga," tutur dia.

Sementara itu, sentimen dari dalam negeri yang memengaruhi rupiah adalah Lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB dengan outlook stabil pada 4 Juli 2023.

Baca juga: Akhir Bulan, Rupiah Naik ke Rp 14.993/Dolar AS, IHSG Turun Tipis ke 0,04 Persen 6.661

S&P sebelumnya merevisi ke atas outlook menjadi stabil dan mempertahankan peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia di level BBB pada 27 April 2022.

Keputusan ini dinilainya mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi yang solid, rekam jejak kebijakan yang baik, dan konsolidasi fiskal yang lebih cepat dari target awal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved