Rabu, 3 Juni 2026

Temenos Cloud Forum 2023 Dorong Adopsi Digital Lebih Dalam di Industri Perbankan

Mendorong perbankan Indonesia ke depan dan bagaimana membangun bank digital Indonesia di masa depan.

Tayang:
HO
Perusahaan penyedia solusi perbankan Temenos menyelenggarakan Temenos Cloud Forum 2023 yang mempertemukan para profesional perbankan di Indonesia guna bertukar wawasan tentang tren inovasi di industri perbankan di Jakarta, Kamis, 6 Juli 2023. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perusahaan penyedia solusi perbankan Temenos menyelenggarakan Temenos Cloud Forum 2023 yang mempertemukan para profesional perbankan di Indonesia guna bertukar wawasan tentang tren inovasi di industri perbankan di Jakarta, Kamis, 6 Juli 2023.

Kegiatan ini membahas tren adopsi Cloud di industri perbankan, lifecycle banking, intelligence banking, SaaS, sampai dengan modernisasi Core Banking melalui Composable Banking menghadirkan 20 perusahaan perbankan ritel dan perbankan digital di Indonesia.

Mereka mengeksplorasi apa saja yang bisa mendorong perbankan Indonesia ke depan dan bagaimana membangun bank digital Indonesia di masa depan yang berpusat pada Lifecycle Banking untuk Indonesia.

Baca juga: Lewat Digitalisasi, Kredit Usaha bagi Pensiunan PNS Mudah dan Praktis

Forum diskusi ini juga menghadirkan para pembicara antara lain AWS Financial Services – ASEAN Banking Mr. Naveen Gupta, Tech Mahindra Banking Product Regional Head Mr. Navin Dulani, Red Hat Senior Manager, Solution Architecture, Bapak Paul Kristandi Tanu, Digital Banking Director Allo Bank Mr. Sajal Bhatnagar, and Co-Founder & Director Xpert Digital Mr. Hammad Rasool.

"Cloud banking adalah game changer yang bisa membawa pertumbuhan tanpa batas bagi perbankan digital Indonesia dan menjadi kekuatan pasar yang berkembang pesat yang berdampak pada layanan keuangan secara global. Kemunculan Cloud banking mendorong Indonesia menuju masa depan digital, dan bank-bank digital di Indonesia dapat membangun perbankan digital yang berpusat pada Lifecycle Banking untuk Indonesia,” ujar Umarudin Zaenuri, Country Director Temenos Indonesia.

Dia menjelaskan, platform terbuka Temenos memungkinkan bank dan lembaga keuangan menentukan cara terbaik untuk memanfaatkan solusinya, baik dengan melakukan self-hosting di lingkungan on-premise, di cloud privat/publik, atau menggunakan sebagai SaaS Cloud Service.

Software Temenos selalu up to date memungkinkan semua orang bisa menggunakan platform yang sama untuk berbagai keperluan pengembangan di industri perbankan dan berbagai lembaga jasa keuangan lainnya.

Hal itu dimungkinkan karena model composable banking berbasis assembled dan didukung dengan infrastruktur cloud yang agnostic memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam mengadopsi kebutuhan pasar lembaga keuangan di Indonesia.

Software Temenos juga mendukung teknologi integrasi modern misalnya RESTful API dan Event Driven Integration, Data Event Streaming serta menggunakan berbagai fitur keamanan standar industri seperti enkripsi kriptografi dan otentikasi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pelaku industri perbankan untuk menggunakan solusi yang disediakan.

Dia menekankan, pank-bank di Indonesia harus terbuka terhadap platform yang dapat berjalan dengan konsep cloud-native untuk menciptakan peluang yang tak terbatas bagi masyarakat Indonesia. Dalam lima tahun terakhir cloud banking beralih dari arsitektur cloud-enabled ke arsitektur cloud-native dengan software perbankan yang dirancang dan dibangun untuk menjadi cloud-first.

Tren meningkat di tahun ini adalah Bank as a Service (BaaS). BaaS membentuk ekosistem perbankan yang memungkinkan model bisnis baru yang dapat bersaing dengan BigTech seperti Apple, Google dan lain-lain.

Jika bank dapat membangun ekosistem yang tepat di sekitar mereka, maka mereka dapat memiliki efek jaringan yang masuk ke dalam ekonomi digital, tanpa bergantung pada perusahaan BigTech untuk memiliki jaringan.

"Platform terbuka Temenos yang composable bagi perbankan dengan mengintegrasikan kemampuan perbankan dengan API integration untuk bank dan penyedia BaaS pada arsitektur yang sangat terukur dapat membantu perbankan mengembangkan dan menyiapkan produk dan berbagai layanan sesuai dengan kebutuhan nasabah dan calon nasabah dengan lebih cepat (time to market),” beber Umarudin.

Industri perbankan Indonesia telah mengalami peningkatan dramatis dalam adopsi perbankan digital. Menurut survei McKinsey's Personal Financial Services 2021, sekitar 78 persen nasabah Indonesia kini menggunakan perbankan digital secara aktif, angka ini naik signifikan dari 57 persen pada tahun 2017.

Saat ini Temenos termasuk tiga penyedia solusi perbankan teratas di Asia Pasifik dan menguasai 10-25 persen pasar global dan melayani 3000 bank terdiri dari perbankan ritel, perbankan korporat, manajemen kekayaan, dan pembiayaan mikro selama 30 tahun pada tahun ini.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved