Sabtu, 18 April 2026

Market Size Industri Pulp and Paper Diprediksi 387,5 Miliar Dolar AS di 2023

Industri Pulp and Paper dinilai memiliki outlook positif dengan market size diperkirakan mencapai USD 387,54 miliar di tahun 2023

handout
PT Kredit Rating Indonesia (KRI) memprediksi Industri Pulp and Paper memiliki outlook yang positif dengan perkiraan market size mencapai sebesar USD 387,54 miliar di tahun 2023. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri Pulp and Paper dinilai memiliki outlook positif dengan market size diperkirakan mencapai USD 387,54 miliar di tahun 2023 dengan compound annual growth rate (CAGR) 1,07 persen dibanding tahun 2022 dengan market size USD 348,32 miliar.

Angka-angka pada outlook industri pulp and paper itu dilansir lembaga pemeringkatan PT Kredit Rating Indonesia (KRI) berdasarkan meningkatnya permintaan terhadap secara global.

Rating Analyst KRI Achmad Sudjatmiko, menjelaskan, pertumbuhan positif industri ini didorong oleh sejumlah faktor, antara lain meningkatnya perdagangan secara online, yang sangat membutuhkan packaging paper untuk melakukan distribusi.

Selain itu juga ditopang meningkatnya kesadaran pelestarian lingkungan, dimana produk-produk dari kertas yang lebih mudah terurai secara alami semakin banyak digunakan untuk menggantikan produk berbahan plastik.

Faktor lainnya adalah meningkatnya kesadaran untuk hidup lebih higienis, terutama terkait penggunaan kertas untuk penyajian makanan di restoran, serta pertambahan populasi penduduk dunia.

“Berdasarkan volume, konsumsi pulp yang digunakan untuk menghasilkan kertas printing dan writing, serta untuk packaging paper, diestimasikan meningkat dari 408 juta Mt di tahun 2021 menjadi 476 juta Mt di tahun 2032, dengan packaging paper diestimasikan mendominasi penggunaan pulp tersebut,” kata Achmad Sudjatmiko dikutip Selasa (10/10/2023).

Berdasarkan riset pihaknya, kata dia, dari sisi supply, walaupun jumlah supply pulp masih lebih tinggi dibandingkan konsumsi pulp dunia, namun pertumbuhan kapasitas produksi pulp terlihat melambat sejak tahun 2017.

Pada periode tahun 2017 – 2019 pertumbuhan kapasitas produksi pulp secara global hanya bertambah rata-rata 1,2 juta Mt / tahun, dan di tahun 2020 – 2021 pertumbuhan kapasitas produksi pulp global hanya tumbuh rata-rata 2 juta Mt / tahun.

"Pertumbuhan kapasitas produksi yang melambat dikarenakan adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan tidak adanya penambahan kapasitas baru di tahun 2019 dan 2020. Hal ini menimbulkan naiknya tingkat rata-rata operating rate meningkat dari 90% menjadi 91% di tahun 2026," kata dia.

Sedangkan dari sisi harga pulp dunia saat ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda recovery setelah sebelumnya turun ke level terendah yaitu di CNY 4.782 / ton di Juni 2023, disebabkan oleh tingginya oversupply terutama di wilayah Amerika Utara dan Eropa.

Saat ini tanda-tanda recovery dari harga pulp sudah mulai terlihat, dimana harga pulp per tanggal 16 September 2023 sudah mencapai CNY 5.480 / ton.

"Peningkatan permintaan dari China, sebagai salah satu konsumen terbesar pulp dunia, menjadi salah satu penyebab kenaikan harga tersebut, didorong oleh stimulus dari Pemerintah China seperti penurunan tingkat suku bunga acuan dari 3,55% menjadi 3,45% untuk memicu pertumbuhan ekonomi di negeri tersebut," paparnya.

Achmad Sudjatmiko menjelaskan, pihaknya sebagai salah satu lembaga pemeringkatan di Indonesia, telah melakukan pemeringkatan terhadap beberapa perusahaan produsen pulp and paper di Indonesia sejak tahun 2019,

"Pemeringkatan terakhir dilakukan untuk PT OKI Pulp & Paper Mills di tahun 2023, dimana KRI memberikan peringkat irAA- untuk perusahaan," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved