Sabtu, 9 Mei 2026

BUMN Sektor Kesehatan Kolaborasi Berdayakan Pelaku UMKM Daerah

Biofarma, Kimia Farma dan Indofarma melanjutkan rangkaian gelaran Bazar UMKM Untuk Indonesia edisi 9-12 November 2023 di gedung Sarinah Jakarta.

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
handout
Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting dalam gelaran iBazar UMKM Untuk Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Biofarma, Kimia Farma dan Indofarma melanjutkan rangkaian gelaran Bazar UMKM Untuk Indonesia edisi 9-12 November 2023 di gedung Sarinah Jakarta.

Tiga BUMN sektor kesehatan ini berkolaborasi membedayakan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) daerah dengan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Guna mensukseskan kegiatan tersebut, Biofarma, Kimia Farma, dan Indofarma menghadirkan 122 UMKM terdaftar di PaDi UMKM, yang merupakan sebuah platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN.

Hal ini sejalan dengan visi misi Kementerian BUMN untuk mendorong digitalisasi UMKM.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting mengatakan, PaDi UMKM ini merupakan inovasi Pak Erick Thohir untuk memfasilitasi UMKM agar dapat memasarkan produknya dalam jangkauan yang lebih luas.

Dia juga menambahkan digitalisasi UMKM ini akan didukung dengan kualitas produk UMKM, agar para konsumen dapat melakukan pembelian berulang terhadap produk-produk lokal.

“Harapannya acara ini menjadi bentuk dukungan nyata BUMN dalam mendukung UMKM naik kelas, karena untuk UMKM naik kelas memang dibutuhkan media seperti pameran, bazaar, maupun business matching. Sehingga Bazar UMKM ini merupakan salah satu dukungan nyata kita,” ujar Loto.

Baca juga: Pesta Rakyat Simpedes 2023 Meriah, Gaet lebih dari 260 Ribu Pengunjung dan Berdayakan 4.945 UMKM

Loto menambahkan upaya-upaya tersebut, khususnya Bazar UMKM yang dilaksanakan secara rutin ini dapat menjadi pembuka jalan bagi UMKM untuk memperluas pasar eksisting, sehingga UMKM mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan karya- karyanya.

“Dari sini, harapannya masyarakat semakin tahu produk-produk UMKM dan pada akhirnya terdorong untuk lebih menggunakan produk-produk UMKM,” lanjutnya.

Dalam satu sinergi kebersamaan para BUMN menghadirkan UMKM dari 4 kategori produk terdiri dari Fesyen, Kriya (Craft), Makanan dan Minuman dalam kemasan, serta kesehatan dan kecantikan.

Baca juga: DPLK BRI Ajak UMKM Persiapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Pada Bazar November ini terdapat 122 UMKM yang terdiri dari 39 UMKM bidang kuliner, 42 UMKM bidang fesyen, 29 UMKM bidang kriya, serta 10 UMKM yang bergerak di bidang kecantikan.

Untuk kategori fesyen, hadir berbagai pilihan antara lain pakaian rajut, sepatu kulit, busana muslim, tas etnik dan aksesoris, serta perhiasan, sedangkan dari kategori produk kriya ditampilkan keramik handmade, wayang dan aksesoris kayu, lukisan kaca, kriya dari clay, boneka batik hingga dekorasi rumah tangga.

Kategori kesehatan dan kecantikan menghadirkan berbagai ragam produk perawatan kulit, essential oil, hand & body Lotion, shampoo bar, reed diffuser, lilin aromaterapi, jamu kemasan dan sabun herbal.

Baca juga: Berdayakan UMKM Daerah Naik Kelas, Kementerian BUMN dan Pertamina Gelar Bazar UMKM di Sarinah

Lebih banyak lagi pilihan produk hadir dari kategori makanan dan minuman dalam kemasan khas dari berbagai daerah antara lain bakpia khas Jogja, pempek Palembang hingga telur asin Brebes.

Banyak pula pilihan cemilan rumput Laut, kue kering, opak, rengginang, dan keripik pisang, sementara minuman dalam kemasan dihadirkan produk kopi, yoghurt, dan teh daun kelor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved