Jumat, 24 April 2026

Pabrik Sepatu Bata Gulung Tikar, Permintaan Turun Setiap Tahun

Keputusan pabrik Bata tutup ini sudah disampaikan manajemen dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Hendra Gunawan
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Karyawan PT Sepatu Bata, Tbk sedangf memproduksi sepatu dan sandal merk Bata di pabrik Sepatu Bata, Purwakarta, Jawa Barat pada tanggal 2 Juni 2016 lalu /6/2016). PT Sepatu Bata, Tbk perusahaan legendaris yang berdiri sejak zaman penjajahan Belanda kini bangkrut karena kesulitan keuangan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Viral di media sosial X, video yang menarasikan pabrik sepatu bata (BATA) di Purwakarta Jawa Barat ditutup sejak Selasa (30/4/2024) hingga manajemen mengumumkan penutupan pada Jumat (3/5/2024) kemarin.

"Pabrik sepatu BATA resmi tutup," tulis akun X @never_alonely dikutip pada Minggu (5/5/2024).

Baca juga: Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Cabut Status PKPU Produsen Sepatu Bata

Berdasarkan video yang beredar, nampak ratusan pegawai mengenakan segaram bertuliskan BATA meninggalkan pabrik sepatu tersebut. Disinyalir persaingan dan pergeseran selera konsumen mengakibatkan kurangnya permintaan menjadi alasan tutupnya BATA.

"Selamat tinggal Bata, selamat tinggal," ucap narasi dalam video tersebut.

Sebelumnya mengutip Kompas, produsen sepatu terkemuka PT Sepatu Bata Tbk (BATA), baru saja mengumumkan penutupan fasilitas produksinya di Purwakarta, Jawa Barat.

Keputusan pabrik Bata tutup ini sudah disampaikan manajemen dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Keputusan untuk menghentikan aktivitas produksi Pabrik PT Sepatu Bata Tbk yang berada di Purwakarta berdasarkan Keputusan Direksi tanggal 30 April 2024 yang sebelumnya telah disetujui berdasarkan persetujuan dari Keputusan Dewan Komisaris tanggal 29 April 2024," kata Direktur Sepatu Bata Hatta Tutuko, dikutip pada Sabtu (4/5/2024).

Perusahaan sepatu yang sudah beroperasi ratusan tahun atau sejak era Kolonial Belanda di Indonesia ini mengaku sudah melakukan berbagai usaha agar pabrik di Purwakarta tetap bertahan.

"PT Sepatu Bata Tbk telah melakukan berbagai upaya selama empat tahun terakhir di tengah kerugian dan tantangan industri akibat pandemi dan perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat," ungkap Hatta.

Baca juga: UMKM Senthir Sumunar, Batok Kelapa Belakang Rumah Mertua Jadi Berkah

Secara spesifik, ia menyebut, model-model sepatu dan produk alas kaki lain yang diproduksi dari fasilitas produksi Purwakarta sudah mengalami permintaan penurunan di pasar.

"Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta, karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun," beber Hatta.

Karyawan tengah memproduksi sepatu dan sandal merk Bata di pabrik Sepatu Bata, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (2/6/2016). PT Sepatu Bata, Tbk memproduksi 4 juta pasang untuk memenuhi kebutuhan Lebaran 2016 dan dipasarkan keseluruh pelosok Indonesia. Warta Kota/angga bhagya nugraha
Karyawan tengah memproduksi sepatu dan sandal merk Bata di pabrik Sepatu Bata, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (2/6/2016). PT Sepatu Bata, Tbk memproduksi 4 juta pasang untuk memenuhi kebutuhan Lebaran 2016 dan dipasarkan keseluruh pelosok Indonesia. Warta Kota/angga bhagya nugraha (Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

"Dan kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang bisa diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Indonesia," tambah dia.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved