Sabtu, 30 Agustus 2025

10 Tahun Pemerintahan Jokowi

Kemenhub Usulkan Tol Laut Dilanjutkan Era Pemerintahan Prabowo Subianto 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan, transportasi tol laut bisa berlanjut di pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.

|
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Hendra Gunawan
dok. Kemenhub
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan, transportasi tol laut bisa berlanjut di pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Hartanto mengatakan, tol laut ini merupakan program unggulan lantaran bisa menekan disparitas harga untuk wilayah Indonesia Timur.

Sehingga menurutnya, transportasi tol laut ini diupayakan tetap berjalan meskipun dia mengakui masih banyak kekurangan.

Baca juga: Trayek Tol Laut Hub-Spoke Cluster NTT untuk Tingkatkan Layanan Distribusi Bapokting

"Kami dari Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal dan Perhubungan Laut bahwa tol laut ini akan kami mohonkan untuk tetap dipertahankan," kata Hartanto dalam acara Coffee Morning bersama Forwahub di Gedung Karsa, Selasa (8/10/2024).

Hartanto mengatakan, Kemenhub sendiri telah mengajukan anggaran untuk program tol laut sebesar Rp 1.124 triliun untuk tahun 2025 mendatang. Namun hal itu baru usulan sehingga realisasi anggarannya baru bisa dilihat pada Desember mendatang.

"Nanti bulan Desember kan baru kita lihat betul anggaran itu disetujui. Sampai saat ini masih jalan terus pengajuannya dan programnya," jelas dia.

Selain itu, Hartanto bilang bahwa Kemenhub tengah berupaya melakukan perbaikan dengan menambah kapal dan ketepatan waktu operasional. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan prestasi yang sudah ada.

"Memang kami sadar masih ada beberapa banyak kekurangan terkait misalnya penyediaan kapal, lalu juga ketepatan waktu dan sebagainya memang ini upaya-upaya kami terus untuk kita coba untuk sempurnakan," ucap dia.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Tenaga Kesehatan Akan Ditempatkan di Kapal Tol Laut Perintis

"Salah satu yang kemarin kita coba lakukan adalah menjadikan beberapa kapal latih pilih di BPSDM Pun kita coba masukkan dalam kapal perintis kita. Ini satu cara kita untuk membuat keberhasilan tol laut bisa tercapai," imbuhnya menegaskan.

Adapun selama 10 tahun kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) trayek Tol Laut sudah mencapai 39 dari yang semula hanya 3 trayek di tahun 2015 lalu.

"Dasar inisiasi Presiden untuk menghadirkan layanan Tol Laut adalah angkutan logistik ke wilayah timur yang belum maksimal, ditandai dengan adanya disparitas harga. Tahun 2015 kami memulai layanan Tol Laut yang menghubungkan titik-titik di barat dan timur, dari awalnya 3 trayek menjadi 39 trayek," kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, dikutip Selasa (1/10/2024).

Menhub Budi bilang, melalui Tol Laut, pemerintah berkomitmen mendukung pembangunan wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan (3TP). Tujuan dari Tol Laut yaitu menghindari kelangkaan barang dan menurunkan disparitas harga. 

Adapun jumlah muatan berkembang dari tahun 2015 yang hanya memuat 30 ton dengan 88 TEU’s menjadi 989,75 ton dengan 31,878 TEUs pada tahun 2023. Jumlah Kapal yang awalnya pada tahun 2015 hanya sebanyak 3 kapal telah berkembang menjadi 39 Kapal pada tahun 2024.  

Kemudian jumlah trayek juga mengalami perkembangan dari tahun 2015 yang hanya terdapat 3 trayek menjadi 39 trayek pada tahun 2024. Sedangkan jumlah Pelabuhan Singgah dari awalnya pada tahun 2015 hanya sebanyak 11 pelabuhan berkembang menjadi 114 Pelabuhan pada tahun 2024.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan