Super Holding Danantara
Ekonom: Pembentukan Danantara Berdampak pada Pengeluaran Jangka Pendek APBN
Pembentukan Danantara akan berdampak serius pada pengeluaran jangka pendek yang akan mengurangi Penerimaan Negara Bukan Pajak di APBN.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Bidang Ekonomi Moneter dan Keuangan Telisa Aulia Falianty mengingatkan pemerintahan Prabowo Subianto agar berhati-hati dalam mengelola APBN pasca pendirian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Menurutnya, pembentukan Danantara akan berdampak serius pada pengeluaran jangka pendek yang akan mengurangi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam postur APBN.
"Seluruh pemerintah sekarang kan udah dividen nya dikasih ke Danantara seperti itu, jadi ini kan mengurangi PNBP gitu, karena itu mungkin hal-hal seperti itu perlu dipertimbangkan supaya menjaga APBN kita tetap dan tidak mengganggu tadi, program-program untuk rakyat," kata Telisa dalam Wawancara Khusus bersama Tribunnews, dikutip Senin (3/3/2025).
Selain itu, pemerintah juga perlu menjaga penerimaan negara agar setoran PNBP tetap baik. Penerimaan pajak juga perlu didorong dengan kondisi daya beli masyarakat yang masih melemah.
Dia juga memprediksi penerimaan pajak tahun ini akan menurun dibawah yang ditargetkan sebesar Rp 2.189,3 triliun atau naik 13,9 persen jika dibandingkan dengan outlook 2024
"Cash Pemerintah dan penerimaannya harus dijaga karena kan ini PPN enggak jadi naik kan kemarin. Jadi ada kehilangan penerimaan juga yang tadinya diproyeksikan. Nah sedangkan pengeluaran banyak banget nih," ucap dia.
"Kemudian dari pajaknya seperti apa dengan kondisi daya beli masyarakat yang melemah dan sebagainya, penerimaan pajak kan itu bisa, ada kemungkinan saya tidak berharap seperti itu, tapi ada kemungkinan bisa agak sedikit di bawah target karena tadi cortexnya belum berjalan," sambungnya.
Telisa berharap Kementerian Keuangan bisa mengantisipasi dampak dari pembentukan Danantara. Meskipun untuk jangka panjang, Danantara ini diyakini akan membantu APBN.
Baca juga: Struktur Organisasi Danantara Dinilai Ganjil, Jubir Istana Bantah Kecurigaan Jadi Dana Bancakan
"Jadi memang ini harus hati-hati sekali dalam manajemen fiskal. Jadi harapannya dari pemerintah sendiri mungkin seharusnya dari kementerian keuangan, dan juga kementerian-kementerian yang terkait sudah membicarakan," papar Telisa.
Baca juga: Partai Buruh Ragukan Kredibilitas Para Pengendali Danantara
"Terutama di jangka pendek, kalau di jangka menengah panjang kan nanti harapannya Danantara ini menguntungkan nanti keuntungannya bisa disetor kembali ke negara," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Telisa-Aulia-Falianty-UI.jpg)