Selasa, 2 Juni 2026

Indonesia Deflasi di Februari 2025, Begini Respons Mendag Budi Santoso

Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
RAKER MENDAG - Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) didampingi Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI Novi Helmy Prasetya (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2025). Rapat tersebut membahas kesiapan Kementerian Perdagangan RI dalam stabilisasi harga serta pasokan barang kebutuhan pokok di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2025. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons Indonesia yang mengalami deflasi pada Februari 2025.

Menurut dia, pemerintah terus melakukan semua hal agar ekosistem ekonomi bisa berjalan secara baik.

Menjelang Lebaran 2025, ia berharap daya beli masyarakat bisa terus meningkat dengan harga di pasaran tetap terjangkau.

"Pokoknya kita melakukan semua ekosistem ekonominya supaya berjalan dengan baik, apalagi ini menjelang lebaran, ya. Daya beli masyarakat insyallah meningkat terus, tetapi harga tetap terjangkau oleh masyarakat," katanya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2025).

Baca juga: Dipicu Tarif Listrik, Deflasi Februari Terjadi di 22 Provinsi

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,48 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 105,48 pada Februari 2025.

Tingkat deflasi bulanan atau month to month pada Februari turun 0,76 persen dibandingkan Januari 2025. Kelompok penyumbang deflasi pada Februari yaitu diskon tarif listrik

Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan deflasi sebesar 3,59 persen dan memberikan andil deflasi 0,52 persen.

Komoditas yang dominan mendorong deflasi kelompok ini adalah diskon tarif listrik yang memberikan andil deflasi sebesar 0,67 persen.

Tingkat deflasi pada tarif listrik adalah sebesar 21,30 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,67 persen.

Sementara itu, secara tahunan, terjadi deflasi sebesar 0,09 persen di bulan Februari 2025 dan terjadi penurunan IHK dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 105,48 pada Februari 2025.

Deflasi dipicu oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami deflasi sebesar 12,08 persen secara tahunan.

Kelompok tersebut memberikan andil deflasi sebesar 1,92 persen dengan komoditas andil deflasi tahun ini oleh tarif listrik sebesar 2,61 persen. 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved