Setelah Taiwan, Kaos Kesehatan Asal Jepang Masuk Pasar Indonesia
Kaos kesehatan ini bisa melancarkan aliran darah dan meningkatkan kondisi kesehatan hanya dengan dikenakan secara rutin
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kaos kesehatan asal Jepang yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik kini mulai masuk ke pasar Indonesia, yang memiliki potensi besar dengan lebih dari 280 juta penduduk.
Kaos ini diklaim dapat melancarkan aliran darah dan meningkatkan kondisi kesehatan hanya dengan dikenakan secara rutin.
“Teknologi terbaru kami yang telah dipatenkan di Jepang, Indonesia, dan Taiwan adalah teknologi mutakhir yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan membawa kebahagiaan bagi banyak orang,” ungkap Takashi Sasaki, CEO Relive Co. Ltd., kepada Tribunnews.com dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (16/4/2025).
Menurut Sasaki, kaos kesehatan tersebut laris manis terjual di lebih dari 100 toko di Jepang setiap hari, baik secara offline maupun online.
“Kami telah memproduksi lebih dari 2,5 juta kaos yang tersebar di seluruh wilayah Jepang. Produk ini juga sudah kami pasarkan ke Taiwan, dan kini kami mulai memasuki pasar Indonesia. Selanjutnya, kami menargetkan ekspansi ke negara-negara Timur Tengah,” lanjutnya.
“Bahan kaos bisa bermacam-macam, namun yang utama adalah teknologi kami. Kami menggunakan semacam serbuk dari batu-batuan yang diformulasikan secara khusus dan diprint di bagian dalam kaos, tepat di titik-titik penting tubuh manusia,” jelas Sasaki.
Baca juga: Beasiswa LPDP-JICA 2025 Dibuka, Bisa Kuliah S2 Program DXHR di Jepang
Teknologi printing tersebut diklaim dapat memengaruhi aliran darah dan menstimulasi titik-titik tertentu di tubuh sehingga meningkatkan kesehatan penggunanya secara keseluruhan.
“Kami baru mulai masuk ke pasar Indonesia, dan ini adalah kunjungan pertama saya ke Jakarta. Saat ini kami masih melakukan survei, jadi belum bisa memutuskan harga jual di sini,” ujar Sasaki.
Sebagai referensi, harga kaos ini di Jepang saat ini sekitar 8.000 yen atau setara lebih dari Rp800.000.
Sasaki menambahkan, selain menjual produknya di Indonesia, ke depannya dia juga berencana membangun pabrik produksi di Tanah Air.
“Saya punya impian, jika penjualan kami berhasil di Indonesia, sebagian dari keuntungannya akan kami kembalikan untuk membantu anak-anak Indonesia, misalnya melalui program pendidikan,” ucapnya.
Namun di atas semua itu, Sasaki menekankan bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.
“Kalau kesehatan bangsa meningkat, maka kualitas hidup juga meningkat, ekonomi membaik, dan pola pikir damai akan tumbuh. Dunia pun akan menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman tanpa peperangan,” tutupnya.
Saat ini, Relive Co. Ltd. masih mencari distributor utama di Indonesia dan berharap bisa segera memulai penjualan resmi dalam waktu dekat.
Diskusi mengenai kaos kesehatan yang tengah populer di Jepang juga dibahas dalam komunitas Pencinta Jepang. Bagi yang ingin bergabung, silakan kirim email ke tkyjepang@gmail.com dengan menyertakan nama lengkap, alamat, dan nomor WhatsApp.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kaoskesehatan12.jpg)