Gejolak Rupiah
Menkeu Purbaya Soal Rupiah dan IHSG Ambruk: Tak Apa-apa, Nanti Diperbaiki
Purbaya mengatakan pemerintah juga akan mulai masuk ke pasar obligasi atau bond market untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
Ringkasan Berita:
- Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah ke Rp17.600 dan turunnya IHSG dipicu sentimen jangka pendek.
- Pemerintah disebut fokus menjaga fondasi ekonomi dan memastikan pertumbuhan tetap stabil.
- Pemerintah juga akan lebih aktif masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan rupiah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai pelemahan nilai tukar rupiah yang kini menyentuh angka Rp17.600 per dolar AS serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke level 6.400.
Purbaya mengatakan bahwa pelemahan terjadi karena sentimen jangka pendek.
Menurut Purbaya kondisi tersebut akan segera pulih karena pondasi ekonomi Indonesia sekarang ini bagus.
Baca juga: Komisi XI DPR Panggil BI, Desak Segera Stabilkan Rupiah
“Engga apa-apa nanti kita perbaiki. Sekarang fondasi ekonominya bagus itu masalah sentimen jangka pendek,” katanya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, (17/5/2026).
Pemerintah, kata Purbaya, saat ini terus berupaya untuk memperkokoh pondasi ekonomi.
Diantaranya dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.
“Jadi saya fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” katanya.
Selain itu, Purbaya mengatakan pemerintah juga akan mulai masuk ke pasar obligasi atau bond market untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
“Mulai hari ini kita akan masuk lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasi terkendali,” katanya.
Dengan seperti itu, Purbaya menyebut, maka investor asing tidak menarik dananya dari Indonesia hanya karena takut obligasi turun.
“Itu akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” katanya.
Tembus Rp17.700 per Dolar AS
Pada Senin (18/5/2026), rupiah dibuka di level Rp 17.628 per dolar AS.
Ini membuat rupiah melemah 0,18 persen dibanding penutupan Jumat (15/5/2026) yang berada di Rp 17.597 per dolar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Keuangan-Purbaya-Yudhi-Sadewa-HALIM.jpg)