Ternyata Bimo Wijayanto Sudah Ikut Assessment Calon Dirjen Pajak Sejak Maret
Terkait waktu pelantikannya, Bimo belum bisa memastikan, namun mengindikasikan bahwa prosesi tersebut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Bimo Wijayanto mengonfirmasi bahwa dirinya telah ditunjuk untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) menggantikan Suryo Utomo.
Ia mengungkapkan, proses penilaian atau assessment untuk posisi tersebut telah berlangsung sejak Maret 2025 di Istana Kepresidenan.
Hal itu disampaikan Bimo usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (20/5/2025).
Ia menyatakan tengah menunggu pelantikan resmi untuk mulai mengemban tugas di bawah arahan Menteri Keuangan.
“Saya diberikan mandat nanti sesuai dengan arahan Menteri Keuangan, akan bergabung dengan Kementerian Keuangan,” ujar Bimo kepada wartawan.
Bimo mengaku diminta mengikuti proses asesmen sejak 20 Maret lalu. Undangan itu ia terima langsung dari Istana Kepresidenan sebagai bagian dari proses seleksi pejabat eselon satu di lingkungan Kementerian Keuangan.
“Pemberitahuannya saya diundang ke Istana untuk asesmen, itu 20 Maret,” ujarnya.
Baca juga: Said Iqbal Sindir 8 Parpol di Senayan: Ngaku Bela Buruh, Tapi Lindungi Pengusaha
Terkait waktu pelantikannya, Bimo belum bisa memastikan, namun mengindikasikan bahwa prosesi tersebut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Mungkin minggu ini, mungkin, mungkin,” ucapnya singkat.
Rekam Jejak dan Karier Bimo Wijayanto
Bimo Wijayanto lahir di Flores pada 5 Juli 1977. Ia mengawali pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara sebelum melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Setelah menamatkan pendidikan sarjana, Bimo melanjutkan studi internasional di The University of Queensland, Australia, dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA). Ia kemudian menyelesaikan program doktoral (Ph.D) di University of Canberra, Australia.
Dalam karier birokrasi, Bimo bukan sosok baru di Direktorat Jenderal Pajak. Ia sempat menjadi pegawai di lingkungan DJP sebelum berkiprah di berbagai lembaga strategis pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP).
Setelah dari KSP, Bimo melanjutkan karier sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
Posisi terakhir yang ia emban adalah Sekretaris Deputi bidang Kerjasama Ekonomi dan Investasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Pengangkatan Dirjen Pajak Baru dalam Fokus Publik
Penunjukan Dirjen Pajak yang baru menjadi perhatian publik, mengingat peran strategis DJP dalam mengoptimalkan penerimaan negara, terutama di tengah tantangan fiskal dan kebutuhan belanja negara yang terus meningkat.
Penguatan reformasi perpajakan serta pemberantasan penghindaran pajak menjadi prioritas yang diharapkan dari pejabat baru.
Jika resmi dilantik dalam waktu dekat, Bimo Wijayanto akan memimpin salah satu institusi krusial dalam sistem keuangan negara.
Pengalaman lintas lembaga dan latar belakang akademiknya menjadi bekal penting untuk mengemban tanggung jawab besar tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bimo-Wijayanto-Calon-Dirjen-Pajak-Kementerian-Keuangan.jpg)