Pemilu 2029
Prabowo-Gibran Dinilai Berpeluang Duet Lagi di 2029
Pengamat menilai tingkat penerimaan publik menjadi modal penting bagi Prabowo-Gibran menuju kontestasi politik 2029.
Ringkasan Berita:
- Pengamat menilai peluang duet Prabowo-Gibran masih terbuka pada 2029
- Dukungan publik disebut jadi faktor penting menjaga peluang politik
- Pemilih muda dan stabilitas pemerintahan dinilai ikut memengaruhi arah politik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Sejumlah pengamat menilai pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih memiliki peluang untuk kembali berpasangan pada Pemilu 2029, terutama jika kinerja pemerintahan dan penerimaan publik tetap terjaga dalam beberapa tahun ke depan.
Penilaian tersebut muncul seiring sejumlah survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan masih relatif positif.
Manajer Riset Populi Center, Dimas Ramadhan, mengatakan pembacaan terhadap tingkat apresiasi publik tidak seharusnya dipahami sebagai persaingan antara presiden dan wakil presiden.
Menurut dia, dalam sistem presidensial, posisi wakil presiden tidak dapat dipisahkan dari kinerja pemerintahan secara keseluruhan.
“Yang justru menarik untuk dibaca secara lebih jernih adalah bahwa kedua pemimpin ini memiliki daya jangkau generasi yang sangat luas. Prabowo dengan pengalaman dan senioritas politiknya secara natural mendapat apresiasi kuat dari kalangan Milenial yang lebih mapan,” kata Dimas dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Di sisi lain, lanjut Dimas, Gibran dinilai memiliki kedekatan dengan kelompok pemilih muda yang tumbuh dalam kultur komunikasi digital.
Kombinasi tersebut, menurut dia, membuat pasangan Prabowo-Gibran memiliki jangkauan politik yang relatif luas di berbagai kelompok usia.
“Sementara, Gibran menjadi jembatan yang efektif ke generasi paling muda. Jarang ada pasangan pemimpin yang mampu menjangkau hampir seluruh lapisan usia sekaligus. Jadi keduanya saling melengkapi, dan itu merupakan modal sosial yang berharga bagi pemerintah,” ujarnya.
Baca juga: Jembatani Korut-Korsel, Megawati Diminta Perankan Lagi Diplomasi Soekarno
Kepuasan Publik Jadi Faktor Penentu
Pandangan serupa disampaikan Pengamat Politik dan Kebijakan, Arfianto Purbolaksono.
Ia menilai tingkat dukungan masyarakat terhadap pemerintah dapat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan peluang politik pasangan petahana pada Pemilu 2029.
“Jika angka kepuasan masyarakat terhadap Prabowo-Gibran tinggi, maka masyarakat akan kembali mendukung pasangan ini. Karena secara perilaku pemilih, biasanya akan cenderung memberikan dukungan kepada pilihan yang terbaik dan yang paling menguntungkan bagi pemilih itu sendiri maupun untuk kepentingan umum,” ujar Arfianto.
Menurut dia, sejumlah hasil survei terhadap pemerintahan saat ini menunjukkan peluang politik Prabowo-Gibran masih terbuka untuk kembali maju pada periode berikutnya.
Meski demikian, Arfianto mengingatkan bahwa tingginya dukungan publik juga menghadirkan tantangan bagi pemerintah untuk menjaga konsistensi kebijakan dan kepercayaan masyarakat.
Ia menilai implementasi program pemerintah perlu benar-benar dirasakan publik agar persepsi positif tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.
Baca juga: Teddy dan Gibran Berpotensi Bersaing Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2029
Peta Politik Dinilai Masih Dinamis
Dimas dan Arfianto sama-sama menilai peluang politik menuju 2029 masih sangat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/final-debat-capres-pemilu-2024-di-jakarta_20240204_231318.jpg)