Jumat, 29 Agustus 2025

Fabrikasi Logam di Teaching Factory SMK Kudus Raup Pendapatan Rp7 Miliar Per Tahun

Para siswa dan guru dari berbagai kompetensi keahlian dilibatkan kegiatan praktik di sekolah agar mampu menyelesaikan pekerjaan nyata dari industri.

Istimewa
TEACHING FACTORY - Implementasi konsep pembelajaran Teaching Factory di SMK Maarif Kudus, Jawa Tengah yang mampu menghasilkan pendapatan Rp7 miliar per tahun bagi sekolah. 

TRIBUNNEWS.COM, KUDUS - Sistem pembelajaran Teaching Factory kini diterapkan di pendidikan vokasi SMK NU Ma'arif Kudus, Jawa Tengah, pada bidang fabrikasi logam.

Di sekolah ini, para siswa dan guru dari berbagai kompetensi keahlian dilibatkan dalam kegiatan praktik di sekolah agar mampu menyelesaikan pekerjaan nyata dari industri.

Melalui pembelajaran Teaching Factory, para siswa mendapatkan kesempatan dan pengalaman berharga dalam mengasah hardskill dan softskill yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan nyata
dari industri dan berhasil diterima pasar.

Baca juga: Gandeng Perusahaan Telko, SMK Bakti Idhata Perkuat Digitalisasi Pendidikan Vokasi di Jakarta Selatan

Selain itu, beragam produk yang telah mereka hasilkan dicatat sebagai bagian dari portofolio siswa yang bermanfaat dalam pengembangan karir mereka setelah lulus dari sekolah kejuruan.

Pembelajaran Teaching Factory memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas siswa SMK dan sekolah sebagai tambahan pendapatan dari hasil penjualan produk yang mencapai Rp7 miliar setiap tahunnya.

Pendapatan tersebut digunakan untuk menunjang keberlangsungan
operasional sekolah, meningkatkan kesejahteraan guru bahkan dapat memberikan beasiswa bagi siswa
yang terlibat dalam proses pembelajaran.

Agar mampu mewujudkan Teaching Factory yang unggul, diperlukan hubungan eksternal dengan industri untuk penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, serta pemenuhan sarana prasarana yang sesuai dengan standar industri.

Hubungan dengan industri juga diperlukan dalam membuka akses pemasaran produk hingga pemasaran lulusan SMK.

Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia mengatakan, sejak berjalan kurang dari 6 tahun, Teaching Factory ini mampu menghasilkan 425 lulusan yang kompeten di bidang fabrikasi logam setiap tahunnya dengan tingkat keterserapan tenaga kerja di atas 85 persen.

Pendirian Teaching Factory bidang fabrikasi logam di SMK NU Ma'arif Kudus merupakan inisiatif Djarum Foundation dan SMBC Indonesia sejak 2019 melalui program Daya untuk memperkuat kompetensi guru dan infrastruktur pendukung yang berstandar internasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2025, program ini menjangkau 4,4 juta penerima manfaat melalui 3.856 kegiatan.

"Dukungan konkrit terhadap pengembangan sumber daya manusia generasi muda, salah satunya melalui peningkatan kapasitas melalui pendidikan vokasi memainkan peranan penting dalam penciptaan social value yang berkelanjutan dan bermakna bagi para siswa, keluarga, maupun masyarakat sekitar,” ujar Henoch Munandar.

Keberhasilan Teaching Factory mendorong Djarum Foundation dan SMBC Indonesia untuk menambah kapasitas Teaching Factory berupa fasilitas powder coating, yaitu serangkaian peralatan pengecatan kering dalam proses fabrikasi logam yang terdiri dari pre-treatment plant, powder coating booth, spray tools, drying oven, dan juga high pressure air compressor.

Penyerahan secara simbolis dilakukan pada 28 November 2024 di SMK NU Ma'arif Kudus.

“Dengan adanya fasilitas powder coating ini, SMK NU Ma'arif Kudus diharapkan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan pendapatan lulusan di bidang fabrikasi logam yang terserap di industri dalam dan luar negeri,” ujar Primadi Serad, Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation. (tribunnews/fin)

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan