Perkuat Ketahanan, PT DAK dan PT PAL Indonesia Kembangkan Industri Perkapalan Nasional
Prabowo menekankan pentingnya kemandirian bangsa melalui penguatan industri strategis nasional, termasuk sektor maritim dan pertahanan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK) sinergi dengan PT PAL Indonesia dalam pengembangan industri galangan kapal nasional.
Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) oleh kedua belah pihak, dan hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kemandirian bangsa melalui penguatan industri strategis nasional, termasuk sektor maritim dan pertahanan.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan kolaborasi antargalangan kapal nasional merupakan bentuk nyata pembangunan ekosistem industri yang tangguh dan berkelanjutan.
Baca juga: Indonesia Mantapkan Diplomasi Maritim lewat Ratifikasi BBNJ
“PT PAL tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh sinergi dari galangan-galangan kapal lainnya. Kerja sama seperti ini diharapkan membuka ruang kolaborasi lanjutan dan memberi inspirasi bagi pelaku industri lainnya,” ujarnya dikutip Kamis (10/7/2025).
Plt. Direktur Utama PT DAK, Bambang Wibisono, menekankan sinergi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan eksistensi dan kapabilitas PT DAK di mata publik dan mitra industri.
“Kami akan segera melakukan pengecekan kelengkapan alat-alat pendukung yang tersedia di fasilitas PT DAK untuk menyambut Kerjasama ke depannya,” ujarnya.
Kolaborasi ini juga mendapat dukungan penuh dari PT Timah Tbk sebagai induk usaha PT DAK.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, menyatakan keterlibatan PT DAK dalam sinergi dengan PT PAL Indonesia merupakan langkah nyata transformasi anak usaha untuk berkontribusi dalam sektor strategis nasional.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berdampak secara komersial, tetapi juga memperkuat ketahanan dan kemandirian industri dalam negeri,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/INDUSTRI-PERKAPALAN-PT-DAK.jpg)