Sabtu, 11 April 2026

Jadi Katalisator Infrastruktur, Hutama Karya Tembus Fortune Indonesia 100

Hutama Karya (Persero) berhasil menempati peringkat ke-44 Fortune Indonesia 200 tahun 2025.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Choirul Arifin
handout
MASUK FORTUNE 100 - Proyek infrastruktur jalan yang dikerjakan Hutama Karya. Tahun 2025 ini Hutama Karya masuk peringkat 44 Fortune 100 Indonesia. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor infrastuktur PT Hutama Karya (Persero) berhasil menempati peringkat ke-44 Fortune Indonesia 200 tahun 2025.

Fortune Indonesia 100 adalah daftar tahunan yang dirilis oleh Fortune Indonesia, berisi 100 perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan kinerja.

Edisi terbaru tahun 2025 mencerminkan kinerja perusahaan selama tahun fiskal 2024 dan menjadi tolok ukur kekuatan ekonomi nasional.

Syarat perusahaan masuk Fortune Indonesia 100 di 2025 harus memiliki pendapatan minimal Rp 11,42 triliun.

Plt Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro mengatakan pencapaian ini menjadi bukti nyata dari visi perusahaan yang melampaui beton dan aspal.

Koentjoro menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan berhasil membuahkan hasil signifikan.

Di 2024, nilai aset perusahaan melesat menjadi Rp196 triliun (+15,5 persen YoY), pendapatan usaha mencapai Rp30,3 triliun, dan yang paling mengesankan, laba bersih melonjak 47,7% menjadi Rp2,8 triliun.

Tren positif ini berlanjut hingga semester I 2025 dengan pendapatan sebesar Rp11,6 triliun dan order book mencapai Rp46,6 triliun.

Menurut Koentjoro, capaian tersebut selain mencerminkan kesehatan finansial, juga mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan Hutama Karya dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional, terutama Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

Sepanjang 2024, perusahaan telah menambah 83,9 km tol baru, melengkapi total 1.042 km yang telah beroperasi dan menghubungkan delapan provinsi di Sumatera.

Baca juga: 10 Provinsi dengan Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Mana Saja?

Proyek JTTS telah menjadi urat nadi baru yang mendongkrak ekonomi regional. Waktu tempuh dan biaya logistik menurun drastis, sementara investasi industri di koridor timur Sumatera tumbuh 42 persen.

“Hutama Karya hadir tak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” ujar Koentjoro.

Di luar sektor jalan tol, portofolio proyek Hutama Karya semakin terdiversifikasi, mencakup proyek air bersih, pengamanan pantai, pembangkit listrik, serta pembangunan rumah sakit dan universitas. 

Baca juga: Hari Ini, Jalan Tol Klaten–Prambanan Mulai Dikenakan Tarif: Ini Rinciannya

Menurut Koentjoro, tantangan ke depan akan tetap ada dan perusahaan terus memperkuat diversifikasi pembiayaan, termasuk melalui green sukuk dan kemitraan strategis.

Memasuki paruh kedua 2025, perusahaan fokus pada penyelesaian ruas JTTS Tahap II yang akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

“Visi kami jauh melampaui beton dan aspal. Setiap kilometer yang kami bangun harus membawa nilai tambah yang signifikan bagi ekonomi nasional,” kata Koentjoro.

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved