Green Logistics, JBL Belanja 500 Unit Truk Listrik untuk Perkuat Rantai Pasok FMCG
Realisasi pengadaan truk EV akan dilakukan secara bertahap hingga tercapai seluruhnya sebanyak 500 unit di 2030.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Emiten pasar modal yang bergerak di bisnis jasa logistik PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (JBL) bertransformasi menuju bisnis logistik bebas polusi atau green logistics melalui pengadaan 500 unit truk listrik untuk mendukung kebutuhan armada operasoional perusahaan.
Penyediaan truk listrik untuk pengadaan truk listrik tersebut dipercayakan kepada Indomobil dan JAC dan diumumkan di acara official grand launching Indomobil JAC pada 19 Agustus 2025.
Realisasi pengadaan truk EV ini akan dilakukan secara bertahap hingga tercapai seluruhnya sebanyak 500 unit di 2030 dan akan memantapkan posisi JBL sebagai perusahaan logistik nasional yang berfokus pada inovasi teknologi dan keberlanjutan, sekaligus memperkuat rantai pasok bagi klien terutama di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG).
Baca juga: Stasiun Pengisian Daya 100 Megawatt untuk Truk Listrik Heavy Duty Beroperasi di China
Di tahap awal, sebanyak 20 unit truk listrik JAC akan mulai tiba di Indonesia akhir 2025. Presiden Direktur PT JBL, James Budiarto Tjandrakesuma, mengatakan transformasi industri sudah waktunya dilakukan. “Transisi menuju green logistics merupakan sebuah langkah strategis bisnis perusahaan sekaligus tanggung jawab kami dalam mengurangi emisi dan memberikan udara yang lebih sehat bagi lingkungan. Di sisi lain, peralihan ke armada listrik juga membantu menjawab tantangan keterbatasan bahan bakar diesel, terutama di luar Jawa, yang kerap mempengaruhi kelancaran distribusi,” ujarnya dikutip Selasa, 9 September 2025.
Di 2024, JBL sudah melakukan uji coba truk listrik untuk menguji performa dan kesesuaian penggunaan truk dengan kondisi jalan serta kebutuhan operasional di Indonesia. “Proses ini memastikan kendaraan listrik yang kami gunakan siap menghadapi tantangan distribusi nasional, dan sekaligus menjadi bukti bahwa green logistics bukan lagi konsep, tapi kenyataan yang sedang kami bangun,” kata James.
Selain armada, JBL juga mulai membangun ekosistem pendukung green logistics, termasuk pemetaan titik pengisian daya, bekerja sama dengan strategis. “Kami sadar, menjadi pionir green logistics, bukan hanya mengoperasikan truk listrik, tetapi juga menyiapkan ekosistem yang mendukungnya. Kami bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk terkait pengisian daya. Tim kami telah melakukan survey titik-titik pengisian daya, dimulai di wilayah Sulawesi.” jelas James.
Dari sisi klien terutama industri FMCG, hadirnya armada truk listrik memberikan nilai tambah signifikan, seperti distribusi lebih konsisten yang berpengaruh terhadap efisiensi biaya jangka panjang, serta jejak karbon yang lebih rendah pada rantai pasok.
“Supply chain yang bersih adalah investasi banyak pihak, bukan hanya logistik. Dengan armada listrik, produk FMCG tidak hanya sampai tepat waktu dan aman, tetapi juga membawa pesan keberlanjutan yang penting bagi konsumen masa kini, dan generasi masa depan, ungkap James.
Roadmap bisnis JBL sendiri menargetkan 50.persen dari total armada akan berbasis listrik pada 2030 dan akan menjadi mitra yang tumbuh bersama perubahan zaman. Melalui pemanfaatan teknologi dan komitmen pada green logistics, JBL berfokus menghadirkan layanan yang efisien, inovatif, serta bertanggung jawab pada lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BEBAS-POLUSI-Armada-truk-listrik-JBL-70704.jpg)