Pemerintah Tebar 52.400 Ton Jagung Pakan Murah ke 2.109 Peternak
Bapanas resmi memulai penyaluran 52.400 ton jagung pakan dalam program SPHP jagung ke 2.109 peternak rakyat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi memulai penyaluran 52.400 ton jagung pakan dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung ke 2.109 peternak rakyat.
Program SPHP jagung ini menggunakan stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dan dilepas dengan harga Rp 5.500 per kilogram (kg) sampai peternak.
Bapanas menugaskan penyaluran ini kepada Perum Bulog melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 262/TS.02.02/K/9/2025 tanggal 23 September.
Anggaran yang disediakan oleh Bapanas ada Rp 78,6 miliar dengan asumsi subsidi harganya Rp 1.500 per kg.
"Kabar baik bagi peternak unggas yang memproduksi telur dan ayam pedaging, mulai minggu ini pemerintah memulai SPHP jagung pakan," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam keterangan tertulis, Rabu (24/9/2025).
Daftar 2.109 penerima ini telah melalui verifikasi bersama antara Badan Pangan Nasional dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian serta Perum Bulog.
Detailnya, 2.109 penerima tersebut terdiri dari peternak mikro 192 peternak, peternak kecil 1.693 peternak, dan peternak menengah 224 peternak.
Peternaknya tersebar di 16 provinsi. Ada Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung.
Baca juga: 2,49 Ribu Ton Beras SPHP Digelontorkan dalam Gerakan Pangan Murah di Jawa Timur
Lalu, ada Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I.Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Penyaluran jagung SPHP tidak lepas dari harganya yang saat ini sedang tinggi.
Per 23 September, Bapanas mencatat rata-rata harga jagung di tingkat peternak secara nasional menyentuh Rp 6.736 per kilogram (kg).
Harga tersebut 16,14 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), yakni sebesar Rp 5.800 per kg.
Harga itu juga meningkat 4,32 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang saat itu berada di harga Rp 6.457 per kg.
Diharapkan Mampu Tekan Harga Telur dan Ayam
Arief mengatakan, fluktuasi harga jagung pakan di peternak unggas lambat laun akan mempengaruhi perkembangan harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kepala-badan-pangan-nasional-sekaligus-ketua-dewan-pengawas-perum-bulog-arief-prasetyo-adi-ketika.jpg)