Jumat, 1 Mei 2026

Regal Springs Indonesia Rayakan Satu Dekade Ekspor Tilapia ke AS, Eropa, dan Asia

Perusahaan perikanan ini dorong hilirisasi, investasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Tayang:
Editor: Content Writer
Dok. Regal Springs Indonesia
RAYAKAN 1 DEKADE - Regal Springs Indonesia merayakan satu dekade ekspor tilapia ke AS, Eropa, dan Asia dengan total 116.000 ton. Perusahaan perikanan ini dorong hilirisasi, investasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal. 

TRIBUNNEWS.COM – Regal Springs Indonesia (PT Aqua Farm Nusantara) merayakan satu dekade ekspor produk hilirisasi ikan tilapia, menandai pencapaian 116.000 metrik ton yang telah dikirim ke Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Asia. Acara pelepasan ekspor digelar di area pabrik pengolahan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, sebagai wujud kontribusi industri perikanan terhadap ekonomi nasional.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), termasuk Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Tornanda Syaifullah, Direktur Pemasaran KKP Erwin Dwiyana, Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Iwan Suryana, Direktur Hilirisasi Perikanan dan Kelautan M. Faizal, serta Wakil Bupati Serdang Bedagai H. Adlin Umar Yusri Tambunan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut Ir. Supryanto, dan perwakilan instansi terkait.

Presiden Direktur Regal Springs Indonesia, Rudolf Hoeffelman, menegaskan pencapaian ini menunjukkan kualitas tilapia Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.

Baca juga: Ekspor Komponen Otomotif Diproyeksi Tembus 7 Miliar Dolar AS pada 2025

“Pada kesempatan hari ini, kami melepas 113 metrik ton produk hilirisasi tilapia ke AS. Ekspor kami ke AS pada 2025 diproyeksikan lebih dari 6.000 metrik ton, menandai kemampuan perusahaan mempertahankan dan meningkatkan produksi serta kualitas,” ujar Rudolf.

Rudolf menambahkan keberhasilan ini tak lepas dari integrasi seluruh unit perusahaan, mulai dari hatchery, farming, feedmill, hingga processing plant. “Kami telah menanamkan investasi lebih dari USD 100 juta dan menyediakan lebih dari 2.000 lapangan kerja langsung. Kami berharap dukungan pemerintah pusat dan daerah dapat memastikan ekspor ini berkelanjutan, memberdayakan masyarakat serta UMKM sekitar operasional kami,” kata Rudolf.

Ke depan, perusahaan berkomitmen terus berinvestasi untuk mendukung hilirisasi, meluncurkan program kemitraan plasma di sekitar Danau Toba, meningkatkan keberlanjutan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Produk utama Regal Springs adalah fillet tilapia beku (>90 persen diekspor ke AS), serta produk sampingan (by-products) seperti kulit, sisik, dan bagian ikan lain yang dimanfaatkan industri lain.

Menurut data KKP, nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada 2024 mencapai USD 5,95 miliar, naik 5,7% dibanding 2023 dengan volume 1,43 juta ton. Amerika Serikat menjadi pasar utama ekspor perikanan (USD 1,90 miliar), diikuti Tiongkok, ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa. Tilapia merupakan komoditas unggulan dengan nilai ekspor naik 14,4% pada 2024, dan pangsa pasar AS sebesar 64,8%.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, melalui sambutan Dirjen PDSPKP Tornanda Syaifullah, mengapresiasi Regal Springs Indonesia dan industri perikanan yang berkontribusi pada peningkatan ekspor.

“Regal Springs Indonesia telah membuktikan praktik budidaya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dengan sertifikasi internasional ASC, BAP, BRCGS, dan IFS. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan ekspor, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial signifikan, menjadi penggerak industri perikanan lainnya untuk membuka pasar ekspor lebih luas,” ujar Sakti.

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM, Iwan Suryana, menambahkan bahwa Regal Springs Indonesia merupakan contoh keberhasilan kolaborasi antara investasi asing, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan sumber daya alam Indonesia, khususnya perikanan.

“Seperti arahan Presiden, hilirisasi menjadi strategi penting untuk pertumbuhan ekonomi 8%. Investasi adalah komponen utama bersama konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, dan net ekspor. Di sektor kelautan dan perikanan, enam komoditas utama didorong pengembangannya: tuna-cakalang-tongkol (TCT), tilapia, udang, rajungan, garam, dan rumput laut, dengan potensi investasi USD 15,3 miliar hingga 2040,” jelas Iwan.

Ia menekankan bahwa mewujudkan target tersebut membutuhkan inovasi dan perbaikan di hulu (pembenihan dan budidaya) hingga hilir (pengolahan), sebagai langkah strategis bersama pemerintah dan pelaku usaha.

Baca juga: KKP Bakal Revitalisasi 20 Ribu Hektare Tambak Pantura Jawa Jadi Budidaya Ikan Nila Salin 

 

 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved