Harga BBM Naik
BBM Mahal Diyakini Dorong Masyarakat Indonesia Gemar Menggowes Lagi
Di sejumlah kota besar seperti Jakarta komunitas Bike to Work (B2W) adalah salah satu penggerak utama kampanye penggunaan sepeda .
Ringkasan Berita:
- Melonjaknya harga BBM diyakini mendorong masyarakat untuk lebih banyak memanfaatkan transportasi umum.
- Lonjakan harga energi juga diyakini akan mendorong masyarakat kembali melirik sepeda untuk moda transportasi jarak pendek di bawah 5 kilometer.
- Selain berdampak positif pada kesehatan dan efisiensi biaya transportasi harian, bersepeda juga berkontribusi pada penurunan emisi gas buang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ancaman krisis BBM sebagai dampak dari ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran semakin nyata setelah setelah penyesuaian tarif BBM per 18 April serta negara Filipina dan Bangladesh yang resmi mengeluarkan darurat energi.
Negara lainnya, seperti Korea, mulai meminta warganya untuk melakukan penghematan pemakaian gas harian.
Walaupun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN masih tahan menghadapi kenaikan energi hingga akhir tahun, Indonesia tetap diminta untuk bersiap-siap menghadapi situasi serupa jika kondisi ini berlangsung berkepanjangan dan cenderung tidak membaik.
Baca juga: Harga BBM Terbaru 1 Mei 2026, Cek Rinciannya di Seluruh Indonesia
“Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, (tetapi) suplainya nggak ada, ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, enggak, tetapi kita mesti siap-siap terus ke depan,” kata Purbaya.
Di Indonesia, mahalnya harga BBM diyakini akan mendorong masyarakat menggemari lagi kebiasaan bersepeda sebagai alternatif transportasi jarak dekat misalnya untuk perjalanan di bawah 5 kilometer.
Tren bersepeda sempat marak di era pandemi dan berkontribusi mengurangi emisi gas buang.
Di sejumlah kota besar seperti Jakarta komunitas Bike to Work (B2W) adalah salah satu penggerak utama kampanye penggunaan sepeda untuk aktivitas sehari-hari, terutama bagi pekerja kantoran dan profesional muda.
Stephanus Hendro Subroto, Ketua Umum Perkumpulan Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia (B2W Indonesia), berharap ini bukan menjadi gerakan sementara, melainkan keberlanjutan. “Sejak lama, masalah di Indonesia tidak hanya krisis energi, tetapi juga polusi udara dan kemacetan. Besar harapan kami bahwa gerakan ini bukan sementara saja, tetapi bisa bertahan dan menurunkan ketergantungan kita pada kendaraan bermotor," kata dia dikutip Jumat, 1 Mei 2026.
“Tentunya kami siap menjadi rumah untuk membimbing pesepeda-pesepeda muda agar terus bersepeda dengan aman,” kata Hendro.
Pelaku bike to work, Dwi Julian mengaku sudah terbiasa memanfaatkan sepeda untuk berangkat kerja ke kantor sejak 2 tahun lalu. Baginya krisis energi saat ini bisa menjadi dampat positif jika dimaknai dengan baik oleh masyarakat. “Memang kita tidak bisa 100 persen lepas dari BBM, tetapi setidaknya bisa 90 persen,” jelas Dwi yang sehari-hari pnggowes Polygon Strattos ini.
Menurut dia, bersepeda tidak harus dimulai dari perjalanan jauh. Perjalanan jarak pendek seperti belanja ke minimarket atau beli makanan saja sudah cukup untuk berdampak bagi bumi. “Nggak perlu ekstrem, maksudnya harus wow sepedaan jauh-jauh, nggak. Mulai dari kita ke minimarket, cari sarapan di sekitar komplek pakai sepeda. Biasakan aja dulu," kata dia.
Dwi Julian mengaku bersepeda ke kantor nyaman nyaman saja termasuk jika itu dilakukan secara harian. “Sepeda saya nyaman untuk gowes ke kantor,” ujarnya.
Ia menambahkan sepupunya yang sebelumnya tidak terbiasa bersepeda, mulai bike to work setelah beralih menggunakan sepeda listrik Kalosi Miles. “Awalnya karena keadaan, tapi ternyata langsung bisa beradaptasi,” tambahnya.
Bersepeds menjadi pilihan bertranslortssi jika dilihat dari sisi efisiensi, manfaatnya terhadap kesehatandan keberlanjutan lingkungan.
Jika tren ini terus berkembang dan didukung oleh ekosistem yang memadai, bukan tidak mungkin bersepeda akan menjadi pemandangan yang semakin umum di jalanan kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sepeda-btw.jpg)