Agen Pegadaian Jadi Jembatan Layanan Investasi di Pelosok Negeri
Dari gadai hingga arisan emas, Agen Pegadaian hadir sebagai jembatan layanan investasi yang mudah dijangkau masyarakat pelosok.
TRIBUNNEWS.COM - "Tok.. tok.. tok.."
Suara ketukan pintu terdengar pelan dari rumah Sri Wiati yang berada di Dusun Nglebak, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
"Tok.. tok.. tok.. Bu Sri..."
Suara ketukan kembali terdengar dan kali ini diikuti seruan memanggil nama pemilik rumah. Saat itu, jarum jam memang hendak menuju angka 9, waktu di mana banyak orang beranjak melelapkan diri.
Begitu juga dengan Sri Wiati (40). Namun, ketukan pintu itu membuat kantuknya terusir seketika. Hanya dari seruan pelan, ia kenal betul siapa sosok yang hendak bertamu ke rumahnya malam itu.
Dialah Karlin. Warga Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten itu menempuh perjalanan sekitar 2,5 km demi menemui Sri Wiati.
"Wonten nopo (Ada apa), Mbak?" tanya Sri usai mempersilakan Karlin agar segera masuk ke rumah.
"Bu, saya minta tolong sekali, mau menggadaikan emas," ucap Karlin sembari menyerahkan perhiasan lengkap dengan selembar surat. "Ibu saya masuk rumah sakit di Klaten," tambahnya.
Ucapan Karlin membuat Sri terkesiap. Ia tahu betul latar belakang Karlin yang merupakan anak tunggal. Sehingga saat keluarganya membutuhkan bantuan, hanya Karlin tumpuannya.
Sri lantas mengecek surat dan kondisi perhiasan tersebut. Dengan penaksiran sederhana, ia menyampaikan berapa pinjaman maksimal yang dapat diambil oleh Karlin.
"Ini sementara tak kasih setengahnya dulu, Mbak. Sisanya besok setelah aku setorkan perhiasan ini untuk ditaksir ke pihak Pegadaian," ujar Sri yang disambut anggukan setuju oleh Karlin.
Baca juga: Setiap Gram, Setiap Harapan: Perjalanan Doni Mengukir Masa Depan Lewat Emas Pegadaian
Proses gadai itu berlangsung sangat cepat. Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan, Karlin bergegas pamit dan kembali ke rumah sakit demi melihat kondisi sang ibu.
Kejadian itu memang sudah lama berlalu. Namun, Sri selalu mengingatnya sebagai bukti bahwa keberadaannya sebagai Agen Pegadaian benar-benar dibutuhkan masyarakat.
"Tidak cuma Mbak Karlin, tetapi warga lain yang saat kepepet, pagi-pagi sekali mau bayar SPP anak atau butuh dana cepat, biasanya mereka datang ke (rumah) saya," ucap Sri Wiati saat ditemui Tribunnews.com, Selasa (23/9/2025).
"Mereka senyum sambil bilang terima kasih itu udah seneng banget. Rasanya lega bisa bantu mereka," tambah ibu dua anak ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/AGEN-PEGADAIAN-6.jpg)