Harga Emas Logam Mulia Meroket, Perhiasan Sepi Pembeli
Harga emas Logam Mulia terus meroket dan dalam dua tahun terakhir kenaikannya tembus lebih dari 100 persen.
Ringkasan Berita:Ringkasan Berita:
- Harga emas Logam Mulia terus meroket dan dalam dua tahun terakhir kenaikannya tembus lebih dari 100 persen.
- Kenaikan harga emas Logam Mulia tak diikuti dengan tren pembelian perhiasan.
- Warga lebih memilih membeli Logam Mulia dibandingkan perhiasan, lantaran trennya terus naik harga.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Harga emas Logam Mulia terus meroket. Dua tahun terakhir kenaikannya tembus lebih dari 100 persen.
Di sisi lain, kenaikan harga emas Logam Mulia tak diikuti dengan tren pembelian perhiasan.
Kerugian menghantui pedagang disebabkan daya beli masyarakat yang melemah. Lesu. Suasana Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, tak seramai Mei 2025 lalu.
Saat itu harga emas turun, masyarakat pun ramai-ramai datang ke tempat ini yang dipenuhi oleh para penjual perhiasan.
Beberapa pedagang terlihat menggenggam ponselnya untuk sekedar melihat aktivitas di media sosial. Pedagang lain tengah melayani satu, dua, orang calon pembeli. Pedang lainnya menikmati santapannya di Kamis (9/10/2025) siang.
Kilauan perhiasan ternyata sepi peminat sejak tiga bulan terakhir. Pedagang emas dan perhiasan di lantai 2, H (50 tahun), mengaku pelanggannya sudah lama tak lagi memesan lewat aplikasi pesan. Padahal, setidaknya dalam sepekan ada yang menghubungi.
“Biasanya sih mereka WhatsApp saya. Ini sudah dari Agustus tidak ada sama sekali,” ujarnya di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025).
Pria yang sudah berjualan puluhan tahun itu, mengaku, secara tahunan setidaknya ada penurunan 50 persen.
Meski, April-Mei 2025 sempat ramai karena harga emas turun, dan masyarakat berbondong-bondong datang. Tapi, keramaian itu hanya musiman.
“Ini anjlok. Ada ya 50 persen lah. Sekarang nunggu nasib baik aja, kan’ daya beli juga lagi menurun,” tuturnya.
Sedangkan Pedagang Toko AP, R (30) menyampaikan, stok emas Logam Mulia di tokonya sudah ludes, meski menjual di atas Rp2,3 juta per gram, masyarakat tetap tinggi peminat.
Menurutnya, warga lebih memilih membeli Logam Mulia dibandingkan perhiasan, lantaran trennya terus mengalami kenaikan.
“Stoknya juga sudah tidak ada (logam mulia). Perhiasan ya paling kalau cincin kawin aja,” katanya.
Seorang konsumen terlihat tengah menyerahkan kuitansi berwarna putih ke salah satu toko. Pria bernama Rio D. (31) hendak mengambil cincin pernikahannya. Ia mengaku tak pernah menyimpan perhiasan untuk investasi.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, 13 Oktober 2025: Tembus Rp2.305.000 per Gram
“Tidak buat investasi (perhiasan). Untuk nikahan bulan depan,” katanya.
Ia mengaku tak berinvestasi perhiasan. Di sisi lain, Rio baru menabung emas sejak awal tahun. Dia, mengaku senang karena harga emas mengalami tren kenaikan.
“Waktu itu beli Rp1 jutaan. Sekarang harganya Rp2 jutaan,” tutur Rio.
Alasan Masyarakat Memilih Logam Mulia Dibanding Perhiasan
Masyarakat kini lebih condong menabung membeli emas Logam Mulia. Sari (33) telah menabung emas sejak 3 tahun terakhir. Total tabungannya sudah mencapai 30 gram. Kini, ia senang emas yang ditabungnya itu mengalami tren kenaikan.
“Belinya nyicil sih. Kalau dapat bonus tahunan beli. Dapat THR (Tunjangan Hari Raya) beli. Gitu aja. Ya, sekarang lumayan sudah untung lebih dari Rp20 jutaan kali ya,” katanya.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, 9 Oktober 2025: Naik Lagi, Jadi Rp2.303.000 per Gram
Analis Emas Ibrahim Assuaibi melihat wajar, jika kini masyarakat lebih memilih emas dibandingkan perhiasan. Selain perbandingan harga, katanya, masyarakat juga sudah melek teknologi. Sehingga, memilih membeli di Bank Emas.
“Jadi ketika susah mencari emas fisik. Mereka lari ke bullion bank, BSI dan Pegadaian. Nah disitulah akhirnya, emas perhiasan ini sedikit lebih menurun,” ujar Ibrahim.
Fenomena ini berbanding terbalik dengan di daerah. Menurut Ibrahim, emas italy masih diminati di beberapa daerah terutama Jawa Tengah, seperti di Brebes, Tegal, dan Pekalongan.
Namun, penyebaran informasi yang cepat lewat media sosial juga turut mempengaruhi tingginya minat masyarakat Indonesia dengan Logam Mulia.
“Di media sosial banyak informasi, yang menggaungkan keuntungan beli Logam Mulia naik berkali-kali lipat. Sekarang stoknya kosong karena mereka fokusnya agar masyarakat itu membeli digital di bullion bank,” tutur Ibrahim.
Terkait kelangkaan emas batangan, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk atau Antam Achmad Ardianto pernah menyampaikan bahwa stok emas sangat bergantung pada sistem pemesanan dan keterbatasan modal kerja perusahaan.
Yang terjadi sekarang, katanya, adalah tidak terlepas dari sistem penjualannya.
“Jadi Antam itu kan dulu nggak punya modal, sehingga yang menjual emas ke lapangan, itu adalah orang-orang yang punya uang. Jadi perusahaan-perusahaan mitra kita namanya wholesaler,” kata Achmad akhir September lalu.
Sebagai gambaran, wholesaler berperan sebagai pedagang besar yang membeli stok emas dari Antam. Mereka juga berperan untuk melakukan distribusi emas hingga tiba di toko-toko emas seluruh Indonesia.
Jika dibandingkan, Antam hanya menguasai 30 persen stok emas sementara 70 persen distribusi dikelola oleh wholesaler.
"Seperti back to back. Antam membuatkan, serahkan ke dia (pedagang besar) lalu dia distribusikan ke toko emas. Itu hampir 70 persen bisnis kami itu begitu. Jadi tidak 100 persen,” jelas Achmad.
Sedangkan sisanya atau sebesar 30 persen, Antam jual melalui butik-butik emas Antam yang tersebar diseluruh Indonesia.
Saat ini, terdapat 15 butik di seluruh indonesia. Achmad mengakui animo pembeli yang tinggi. Ia juga mengakui keterbatasan bahan baku menjadi hambatan Antam memenuhi kebutuhan konsumen dalam bentuk emas batangan di pasar.
“Sejak beberapa bulan terakhir kan kita tidak bisa impor dulu, karena sementara impor tidak bisa, dalam negeri tidak ada yang mau jual. Jadi bahan baku kami kan susah. Kalau bahan baku kami di-secure, maka kami bisa mempercepat distribusi," tegas Achmad.
Logam Mulia di e-Commerce Tembus Rp3,4 Juta Per Gram
Stok emas di situs resmi Logam Mulia pun tertulis ‘Belum tersedia’ untuk ukuran dengan berat berapa pun. Harga untuk emas 1 gram tertulis Rp2.294.000.
Sedangkan di situs Aneka Logam, tertulis harga untuk emas 1 gram Rp2.910.000. Namun, lagi-lagi stoknya tidak tersedia.
Sedangkan, di e-commerce harga emas 1 gram melambung tinggi. Di Tokopedia misalnya, harga emas antam per 1 gram dijual dengan harga dikisaran Rp3 juta-Rp3,4 juta. Di Shopee juga sama. Harganya melambung dikisaran Rp3 juta-Rp3,4 juta.
Tren kenaikan harga emas memang terus naik dari tahun ke tahun. Jumat, 29 Desember 2023, lalu harga emas Logam Mulia produksi Antam dipatok Rp1.130.000 per gram.
Tren sepanjang 2023 mengalami kenaikan setidaknya lebih dari 10 persen dari harga awal tahun yakni Rp1.026.000.
Berdasarkan data dari harga-emas.org, harga emas Antam pada akhir Januari 2024 masih Rp1,14 juta per gram.
Kemudian pada akhir Desember 2024 harganya menjadi Rp1,52 juta per gram, naik sekitar Rp371 ribu atau tumbuh 32,4 persen dibanding posisi awal tahun.
Bagaimana dengan tahun 2025? Harga emas di situs Antam pada awal tahun atau pada Januari 2025 tembus Rp1,5 juta-1,65 juta.
Hingga pada Oktober tembus hampir Rp2,4 juta. Selama 10 bulan terakhir, harga emas batangan per 1 gram, mengalami kenaikan harga sebesar Rp 858.000.
Berikut rincian harga emas per 1 gram dari Januari-Oktober 2025:
1. Januari 2025: Rp 1.553.000 - Rp 1.647.000
3. Februari 2025: Rp 1.661.000 - Rp 1.678.000
5. Maret 2025: Rp 1.714.000 - Rp 1.852.000
7. April 2025: Rp 1.826.000 - Rp 1.965.000
9. Mei 2025: Rp 1.932.000 - Rp 1.954.000
11. Juni 2025: Rp 1.941.000 - Rp 1.880.000
13. Juli 2025: Rp 1.896.000 - Rp 1.986.000
15. Agustus 2025: Rp 1.968.000 - Rp 2.043.000
17. September 2025: Rp 2.060.000 - Rp 2.045.000
18. Oktober 2025: Rp 2.237.000 - Rp 2.411.000
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Emas-di-Cikini-Gold-Center-Jakarta-Pusat.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.