Kamis, 7 Mei 2026

Menkeu Purbaya Setujui Kemenhan Beli Jet Tempur China Senilai 9 Miliar Dolar AS

Kemenkeu telah menyiapkan anggaran pembelian jet tempur dari China yang akan digunakan untuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
Tribunnews/Endrapta
JET TEMPUR - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyiapkan anggaran pembelian jet tempur dari China yang akan digunakan untuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan). 


 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyiapkan anggaran pembelian jet tempur dari China yang akan digunakan untuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, anggaran pembelian itu sudah disetujui senilai 9 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Namun anggaran itu berlaku untuk tahun depan.

"Kalau untuk yang tahun depan sudah kita setujui. Ini nggak tahu pakai yang mana, tapi sudah cukup banyak anggaran mereka, saya lupa. 9 miliar dolar kalau nggak salah atau lebih," kata Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Rabu (15/10/2025).

Meski begitu Menkeu Purbaya belum mengetahui secara pasti detail penggunaan anggaran tersebut termasuk jadwal pengadaan pesawat tempur dari China.

"Tapi saya nggak tahu ini baru lagi apa nggak, termasuk yang itu apa..Tapi kalau yang harusnya sih yang disebutkan sudah masuk yang dianggarkan itu harusnya sih," ucap Purbaya.

"Tapi saya harus double check lagi. Apa dia mau impornya tahun depannya lagi atau kapan. Tapi yang dia minta selama ini sudah kita penuhi," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberi sinyal positif terkait rencana pengadaan pesawat tempur J-10 produksi China.

Pesawat tempur J-10 China adalah jet tempur multiperan generasi keempat buatan Chengdu Aerospace Corporation, dikenal juga sebagai “Vigorous Dragon.” 

Ketika ditanya wartawan terkait bagaimana kabar rencana pengadaan tersebut, Sjafrie menjawab sambil tersenyum.

"Sebentar lagi terbang di Jakarta," kata Sjafrie singkat di kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta pada Rabu (15/10/2025).

Baca juga: Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, DPR Desak Pemerintah Cari Skema Alternatif

Namun ia belum menjelaskan lebih lanjut perihal jumlah unit, mekanisme akuisisi, mekanisme pembayaran, maupun besaran anggaran yang disiapkan terkait rencana akuisisi teraebut.

Sebelumnya, Sjafrie juga diketahui pernah membahas terkait hal itu saat menerima kunjungan Duta Besar RI untuk RRT, HE Djauhari Oratmangun pada Rabu (28/5/2025).

Ia mengatakan, pertemuan itu di antaranya membahas rencana pengiriman pilot TNI AU ke Tiongkok untuk pelatihan pesawat tempur J-10 buatan Tiongkok.

"Kami juga membahas kesiapan pengiriman pilot TNI AU ke Tiongkok untuk pelatihan pesawat tempur J-10 serta evaluasi fasilitas produksi alutsista. Di bidang kesehatan, dibahas pula proyek rumah sakit modern hasil kerja sama Indonesia–Tiongkok," kata Sjafrie dikutip dari unggahan di akun Facebook resmi Sjafrie Sjamsoeddin yang diunggah pada Kamis (29/5/2025).

Baca juga: Menkeu Purbaya: APBN September 2025 Defisit Rp 371,5 Triliun 

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) sekaligus Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Frega Wenas saat dikonfirmasi soal hal tersebut menjelaskan dalam konteks pelatihan, selama ini latihan bersama dilakukan dengan banyak negara.

Latihan tersebut, kata dia, dilakukan sebagai bentuk peningkatan kapasitas.

"Kalau untuk pelatihan dalam konteks latihan bersama dilakukan dengan banyak negara sebagai bentuk dari peningkatan kapasitas (capacity building)," kata Frega saat dikonfirmasi, Jumat (30/5/2025).

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved