Pertamina Hulu Energi Tampilkan Inovasi Operasional Rendah Emisi di APOGCE 2025
pertamina hulu energi berupaya memperkuat ketahanan dan keberlanjutan energi nasional melalui inovasi operasional rendah emisi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, berupaya memperkuat ketahanan dan keberlanjutan energi nasional melalui inovasi operasional rendah emisi.
Langkah ini menjadi bagian dari langkah PHE mendukung pencapaian Asta Cita pemerintah menuju ketahanan energi berkelanjutan.
Dalam ajang Asia Pacific Oil and Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2025 di Jakarta, Selasa (14/10/2025), PHE menampilkan berbagai inisiatif teknologi dan strategi operasional yang mendukung efisiensi energi sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi hijau.
Baca juga: Sumur Baru PHE ONWJ di Lepas Pantai Karawang Produksi 2.635 Barel Minyak
"Industri kita menghadapi tanggung jawab ganda, menyediakan energi untuk pertumbuhan sekaligus mempercepat transisi menuju solusi yang lebih hijau. Keduanya membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan ketahanan," tutur Direktur Pengembangan dan Produksi PHE Mery Luciawaty dalam keterangan, Kamis (16/10/2025).
Sebagai pengelola 24 persen blok minyak dan gas di Indonesia, PHE menyumbang 69 persen produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional.
Capaian ini, menurut perusahaan, merupakan hasil dari penguatan operasi hulu yang efisien, inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan.
"Capaian ini tidak terlepas dari upaya PHE dalam memaksimalkan peningkatan produksi hulu dengan menjaga baseline produksi dan peningkatan produksi melalui kegiatan eksplorasi dan enhanced oil recovery (EOR)," terang Engineer Inspection PT Pertamina Hulu Indonesia Akhyar Hidayat.
Pada semester pertama 2025, PHE mencatat produksi minyak sebesar 557.000 barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,8 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).
Selain itu, perusahaan menyelesaikan 404 sumur pengembangan, 628 well workover, serta 18.714 kegiatan well intervention and services untuk menjaga stabilitas produksi nasional.
Baca juga: Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional, PHE Siap Sukseskan Swasembada Energi Nasional
Sebagai bagian dari strategi menuju operasi rendah karbon, PHE aktif mengembangkan proyek Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).
Melalui kerja sama dengan mitra global, PHE kini memiliki portofolio penyimpanan karbon dengan kapasitas hingga 7,3 Giga Ton CO₂, yang ditargetkan terimplementasi pada 2030.
Selain inovasi teknologi, PHE juga mencatat berbagai capaian keberlanjutan. Tahun lalu, perusahaan meraih 12 PROPER Emas dan 19 PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta peringkat ESG “BBB” versi MSCI.
Baca juga: SKK Migas Akui PHE Terus Lakukan Eksplorasi di Tengah Berbagai Tantangan
Partisipasi PHE di APOGCE 2025 juga diwarnai kehadiran dua anak perusahaan jasa, PT Elnusa Tbk dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), yang turut menampilkan inovasi di bidang layanan migas.
Elnusa mempresentasikan tema “Integrated Chemical Services”, sementara PDSI membawakan paparan “Pertamina Drilling Business Overview”.
Melalui keikutsertaan di APOGCE 2025, PHE memperkuat kolaborasi dan menunjukkan keseriusannya menjadi pemain utama dalam transformasi energi nasional yang tangguh, efisien dan berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PHE-di-Asia-Pacific-Oil-and-Gas-Conference-and-Exhibition.jpg)