Proyek Kereta Cepat
Pengamat Semangati Danantara Bayar Utang Whoosh, Minta Tak Bergantung ke Pemerintah: Pikirkan Solusi
Pengamat menyemangati Danantara untuk segera mencari solusi membayar utang Whoosh dan mengingatkan tidak bergantung ke pemerintah.
Angka ini sudah termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) dan merupakan beban keuangan yang sangat besar bagi PT KAI dan PT KCIC, yang bahkan masih mencatat kerugian di semester pertama 2025.
Akibatnya, proyek yang telah beroperasi selama dua tahun itu kini menanggung masalah, yakni KCIC harus mencicil utang pokok dan bunga ke pihak China.
Untuk diketahui, KCIC merupakan perusahaan patungan Indonesia dan China yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium BUMN Indonesia yang dipimpin PT KAI.
Terkait permasalahan ini, menurut Herry, beban KAI itu setidaknya harus diringankan terlebih dahulu.
Jika tidak, rakyat nanti juga bisa menjadi korbannya karena KAI tidak mempunyai cukup investasi untuk memperbaiki sistem atau fasilitas di Whoosh yang digunakan oleh masyarakat itu.
Bahkan, Herry mengatakan, bisa saja KAI tidak mampu mengganti gerbong kereta yang berkarat karena uangnya dipakai untuk membayar utang ke China.
"Paling penting untuk sementara, bagaimana dalam jangka waktu yang enggak terlalu lama, itu harus dipotong dulu dari beban KAI, yang saya khawatirkan itu KAI terseret karena ini bisa sistemik," ungkap Herry.
"Kalau KAI terseret (bayar utang Whoosh), itu yang akan menjadi korban itu adalah masyarakat yang lebih banyak dan ini bisa jadi masalah sosial," jelasnya.
"Kalau gerbongnya sudah mulai karatan, KAI sudah enggak punya duit untuk investasi, dia (KAI) mau ganti gerbong enggak bisa karena uangnya kepakai KCIC (untuk bayar utang Whoosh ke China), apa enggak ribut?" kata Herry lagi.
Danantara dan Kemenkeu Diminta Bahas Bareng DPR
Sementara itu, Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, mengusulkan agar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Danantara membahas bersama DPR terkait utang Whoosh tersebut.
Agus menegaskan, harus ada keputusan pasti mengenai pelunasan utang Whoosh ini, karena dikhawatirkan akan semakin membengkak.
"Duduk bareng DPR (Kemenkeu dan Danantara), selesaikan bagaimana, tetapkan. Harus ada putusan karena semakin besar, sekali lagi tahun depan sudah akan overhaul kereta itu," tutur Agus, dikutip dari YouTube tvOneNews, Kamis.
"Harus diselesaikan, apa pun risikonya, uangnya siapa, siapa berhak, ya silakan bahas dengan DPR, karena itu mekanisme tata kelola bernegara," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, pun menanggapi usulan dari Agus tersebut.
Menurut Herman, usulan Agus itu bisa menjadi jalan keluar untuk permasalahan utang Whoosh tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Cara-Pembatalan-Tiket-Kereta-Cepat-Whoosh.jpg)