Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Industri Modest Fashion Dunia
Belanja konsumen muslim di enam sektor utama mencapai 2,43 triliun dolar AS pada 2023.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Potensi ekonomi global dari industri modest fashion kian menjanjikan. Berdasarkan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, belanja konsumen muslim di enam sektor utama mencapai 2,43 triliun dolar AS pada 2023.
Spending tersebut diproyeksikan meningkat sebesar 5,3 persen menjadi 3,36 triliun dolar AS pada 2028.
Angka ini memperlihatkan betapa besarnya peluang pasar bagi negara-negara yang mampu memanfaatkan pertumbuhan ekonomi berbasis gaya hidup halal, termasuk di sektor fesyen.
"Pasar ekonomi Islam global, termasuk sektor modest fashion memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan," ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita dalam keterangan, Jumat (17/10/2025).
Menurut Reni, peluang tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan peran strategisnya dalam rantai nilai fesyen muslim dunia.
"Kami optimistis, keterlibatan berbagai pihak akan mempercepat perkembangan industri fesyen muslim di Indonesia sekaligus mengangkat potensi kain wastra Nusantara agar dapat menembus pasar internasional," ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat, terdapat 594.000 unit industri kecil pakaian jadi di Indonesia dengan serapan tenaga kerja mencapai 1,2 juta orang.
Sementara itu, nilai ekspor modest fashion Indonesia ke negara-negara anggota Organization of Islamic Cooperation (OIC) pada tahun 2023 mencapai 990 juta dolar AS, meningkat 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 540 juta dolar AS.
"Capaian ini menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh sebagai negara dengan nilai ekspor tertinggi ke negara-negara OIC, setelah China, Turki dan India," sebut Reni.
Baca juga: Nusantara Infrastructure & Rappo Berdayakan Perempuan Olah Limbah Plastik Jadi Fesyen
Melihat potensi dan capaian tersebut, Kemenperin meyakini Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat modest fashion global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pertumbuhan industri fesyen muslim nasional terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
"Dengan bekal kreativitas para desainer, kekayaan alam dan budaya, inovasi desain yang khas, serta jumlah penduduk muslim yang besar, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mendominasi pasar fesyen muslim internasional," ucap Agus.
Baca juga: Menelusuri Jejak Diplomasi Budaya Melalui Fesyen Modest di Jakarta
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap pertumbuhan industri fesyen muslim nasional, Kemenperin turut mendukung penyelenggaraan IN2MOTIONFEST 2025, yang digagas oleh Bank Indonesia bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC).
Mengusung tema “One Vision, One Movement: Advancing Indonesia Modest Fashion Through Synergy & Collaboration,” ajang ini menjadi simbol gerakan bersama untuk membawa modest fashion Indonesia menembus pasar global melalui sinergi, kolaborasi dan inovasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Fesyen-Muslim-OK.jpg)