Kemenhub Bersama US-ABC Bahas Potensi Produksi Komponen Pesawat dan Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Diharapkan kolaborasi dengan US-ABC dapat mendorong investasi baru, memperluas digitalisasi transportasi dan memperkuat konektivitas nasional.
Ringkasan Berita:
- Kolaborasi Kemenhub dan US-ABC dapat mendorong investasi baru.
- Kolaborasi memproduksi komponen pesawat dan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan dalam mendukung pengurangan emisi karbon.
- US-ABC akan mengajak perusahaan-perusahaan AS berinvestasi di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kerja sama internasional di sektor transportasi dengan menggandeng US-ASEAN Business Council (US-ABC).
US-ABC merupakan kelompok advokasi yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan sepuluh negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Pertemuan dengan US-ABC membuka peluang kolaborasi strategis antara Indonesia dan perusahaan-perusahaan besar asal Amerika Serikat, khususnya dalam pengembangan industri komponen pesawat dan bahan bakar ramah lingkungan.
Baca juga: Dorong Kolaborasi Nasional Menuju Langit Rendah Emisi, PPT Gelar Pertamina SAF Forum 2025
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua US-ABC Ambassador Brian McFeeters, bersama perwakilan dari 21 perusahaan besar asal Amerika Serikat, termasuk FedEx, Citibank, ExxonMobil, 3M, Google, Boeing dan FordMotor.
Kedua pihak mendiskusikan arah kebijakan transportasi Indonesia 2025-2029 yang berfokus pada tiga hal utama: penguatan logistik, transportasi hijau dan transformasi digital.
Dalam kesempatan itu, sejumlah perusahaan menyampaikan aspirasi mengenai regulasi ekspor-impor, akses jalan tol dan konektivitas logistik nasional.
Namun, salah satu topik penting yang menjadi perhatian dalam pertemuan ini adalah peluang kerja sama di bidang industri penerbangan dan energi berkelanjutan.
Kemenhub dan US-ABC membahas potensi kolaborasi dalam memproduksi komponen pesawat dan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan (sustainable fuel) yang semakin dibutuhkan dalam mendukung komitmen global terhadap pengurangan emisi karbon.
"Kemenhub berkomitmen membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Kami terbuka dan menyambut baik untuk membahas dan menjajaki berbagai potensi kerja sama di Indonesia," Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Ernita Titis Dewi dalam keterangan, Sabtu (18/10/2025).
Selain sektor penerbangan, kerja sama juga mencakup potensi bisnis di bidang produksi komponen kendaraan yang menunjang keselamatan jalan, hingga penerapan sistem digital guna mempercepat transformasi transportasi nasional.
Kemenhub menyatakan siap menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut melalui forum kerja sama teknis berikutnya.
Diharapkan kolaborasi dengan US-ABC dapat mendorong investasi baru, memperluas digitalisasi transportasi dan memperkuat konektivitas nasional.
Ada tiga fokus utama yang disampaikan Kemenhub kepada US-ABC dalam upaya memperdalam kemitraan ini, yakni mengajak perusahaan-perusahaan AS berinvestasi di Indonesia, memberikan kajian teknis untuk memperkuat sistem transportasi nasional, serta membuka peluang pelatihan dan magang bagi pelajar di bawah naungan Kemenhub.
"Kami membutuhkan hasil kajian dari US-ABC mengenai apa saja yang masih perlu dikembangkan di sektor transportasi Indonesia. Serta, di bagian mana US-ABC bisa mengambil peran dalam pembangunan tersebut," ucap Titis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KEMENHUB-US-ABC-Pertemuan-Kementerian-Perhubungan-Kemenhub.jpg)