Kamis, 14 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Kehilangan 39 Pesawat akibat Perang Lawan Iran, 10 Lainnya Alami Kerusakan Parah

AS disebut telah kehilangan 39 pesawat sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari 2026.

Tayang:
Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • AS disebut telah kehilangan 39 pesawat sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari 2026.
  • Angkatan Udara AS melakukan hampir 13.000 penerbangan selama konflik dengan Iran.
  • Sebanyak 39 pesawat hancur dan 10 pesawat lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Kongres Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), Ed Case, mengatakan AS telah kehilangan 39 pesawat sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari 2026.

Hal ini disampaikan Ed Case mengutip laporan dari publikasi pertahanan AS.

Case menyampaikan pernyataan tersebut selama sidang komite Senat khusus saat mempertanyakan Kepala Bagian Keuangan Pentagon, Jay Hurst, tentang besarnya kerusakan yang diderita selama konflik tersebut.

“Kita telah kehilangan sekitar 39 pesawat, menurut sebuah laporan di The War Zone, dan itu laporan lama yang hampir berusia satu bulan,” kata Case, seraya bertanya kepada Hurst apakah Pentagon telah menghitung “biaya pemeliharaan untuk semua pesawat tersebut.”

Hurst menjawab: “Memang ada biaya di sana, Pak, tetapi saya ingin memberitahu Anda secara tertulis berapa biaya spesifiknya, karena, seperti yang Anda bayangkan, perbaikan pesawat terbang adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dihitung.”

“Kami ingin melakukan diagnosis lengkap terhadap pesawat sebelum memperkirakan biaya tersebut,” tambahnya.

Laporan yang dikutip oleh Case, yang diterbitkan oleh media berita pertahanan AS, The War Zone, mengatakan bahwa Angkatan Udara AS melakukan hampir 13.000 penerbangan selama konflik dengan Iran.

Menurut laporan tersebut, 39 pesawat hancur dan 10 pesawat lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Laporan itu juga mengklaim bahwa sebuah jet tempur F-35A Lightning II tertembak di dalam wilayah udara Iran dan sebuah pesawat Boeing E-3 Sentry hancur.

Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen, dan pejabat Pentagon tidak secara terbuka mengonfirmasi kerugian yang diduga terjadi selama sidang.

Baca juga: Trump Mengaku Tak Pikirkan Warga AS Saat Bahas Soal Iran, Salah Ucap atau Keceplosan Bicara Jujur?

Runtuhnya Kelas Menengah Iran

Ketegangan regional meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

LEDAKAN DI IRAN - Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic 7 April 2026 menampilkan ledakan di ibu kota Teheran, Iran.
LEDAKAN DI IRAN - Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic 7 April 2026 menampilkan ledakan di ibu kota Teheran, Iran. (Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera)

Diberitakan AP News, penutupan Selat Hormuz telah menaikkan harga energi di seluruh dunia.

Namun di Iran, perang tersebut menandai langkah lain dalam kehancuran kelas menengah yang dulunya besar dan makmur setelah puluhan tahun dikenai sanksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved