Rabu, 29 April 2026

Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Mencapai 1,04 Juta Barel per Agustus 2025

Pencapaian produksi hingga Agustus 2025 didukung peningkatan aktivitas hulu yang masif, tercermin dari berbagai indikator operasional utama.

Tayang:
dok. Kompas
PRODUKSI PHE - Per Agustus 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). 

Ringkasan Berita:
  • Produksi minyak 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,8 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).
  • Pencapaian produksi hingga Agustus 2025  didukung oleh peningkatan aktivitas hulu yang masif.
  • Produksi dan cadangan migas nasional disebut akan semakin kuat dengan tuntasnya proyek strategis PHE.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Per Agustus 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD).

Jumlah tersebut terdiri dari produksi minyak 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,8 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Menurut Corporate Secretary PHE Hermansyah Y Nasroen, Subholding Upstream Pertamina tidak hanya menjaga stabilitas produksi migas nasional.

Baca juga: Dukung Swasembada Energi, PHE Kokohkan Peran di Hulu Migas Nasional

"Tetapi juga melakukan ekspansi, inovasi serta transformasi menuju operasi yang lebih berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional,” kata Hermansyah dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (21/10/2025).

Pencapaian produksi hingga Agustus 2025 ini didukung oleh peningkatan aktivitas hulu yang masif, tercermin dari berbagai indikator operasional utama.

PHE mencatatkan realiasi pengeboran eksploitasi 580 sumur, kegiatan workover 836 sumur dan kegiatan well services 25.514 sumur.

Tidak hanya produksi, PHE juga agresif memperkuat cadangan untuk mendapat sumber daya energi baru, baik melalui kegiatan Survei Seismik 3D sepanjang 652 kilometer persegi (km2) maupun pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 15 sumur.

Hasilnya, PHE mendapat tambahan sumberdaya 2C (contingent resources) dengan realisasi 2C Validation sebesar 804 juta barel setara minyak (MMBOE) dan menambah cadangan terbukti (P1) migas sebesar 105 juta barel setara minyak (MMBOE).

Hermansyah menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari strategi optimasi portofolio, akselerasi pengeboran, serta implementasi teknologi untuk meningkatkan recovery factor lapangan existing.

"Dengan strategi tersebut, PHE menegaskan perannya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional sekaligus kontributor signifikan dalam mendukung transisi energi Indonesia," ujar Hermansyah.

Proyek Strategis PHE

Produksi dan cadangan migas nasional disebut akan semakin kuat dengan tuntasnya proyek strategis PHE.

Di antaranya, pengembangan Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) EP, Proyek Sisi Nubi, Proyek CEOR lapangan minas di Area A Stage-1, dan proyek Lapangan OO-OX PHE ONWJ.

"Kami berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan produksi berkelanjutan, sekaligus memastikan aspek keselamatan dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama," ucap Hermansyah.

PHE juga melakukan evaluasi atas peluang new venture dengan mempertajam peluang inisiasi potensi eksplorasi baru.

Menurut Hermansyah, ke depannya dengan kegiatan yang masif dan agresif, melalui beberapa kegiatan joint study dan project new venture yang sedang berlangsung dan diproyeksikan akan menambah portofolio wilayah kerja eksplorasi baru di PHE.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved