Ada Potensi 100 Juta Ton per Tahun, Limbah Nasional Disulap Jadi Energi Bersih
PLN Energi Primer Indonesiamenjalin kerja sama strategis dengan PT Green Marte International dalam pengolahan sampah menjadi energi alternatif.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalin kerja sama strategis dengan PT Green Marte International dalam pengembangan pengolahan sampah menjadi energi alternatif.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyampaikan, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar dari limbah agro dan sampah nasional yang dapat dioptimalkan sebagai sumber energi alternatif.
"Saat ini serapan biomassa oleh PLN baru sekitar 2,5 juta ton per tahun atau setara 2,5 persen dari potensi yang ada. Padahal, limbah agro di Indonesia diperkirakan mencapai 80 juta ton per tahun, dengan sekitar 60 juta ton di antaranya belum termanfaatkan secara optimal."
"Jika digabungkan dengan sampah nasional, total potensi bahan baku energi alternatif bisa melampaui 100 juta ton per tahun," ujar Hokkop dikutip Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan, pengembangan biomassa perlu didukung model bisnis yang kuat agar mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi.
“Pengembangan energi biomassa harus terintegrasi antara teknologi dan model bisnis yang feasible, sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi sistem energi nasional,” tambahnya.
PLN EPI menilai pengolahan limbah menjadi biomassa dan biochar dapat menjadi solusi ganda yakni mengurangi beban lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca juga: Kebal Konflik Global, Pupuk Indonesia Bidik Status Raksasa Energi Bersih
Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan Green Marte akan mengembangkan pemanfaatan municipal waste dan limbah agro menjadi bahan bakar alternatif seperti biochar dan syngas.
Direktur Utama Green Marte International, Teddy Sujarwanto, menyampaikan, pengolahan sampah menjadi energi merupakan solusi strategis yang tidak hanya menghadirkan sumber energi alternatif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Pemanfaatan sampah sebagai energi menghadirkan peluang besar karena ketersediaannya yang berkelanjutan, sekaligus menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan,” ujarnya.
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan biochar sebagai substitusi batubara untuk mendukung program cofiring di PLTU.
Baca juga: Produksi Energi Bersih Berbasis Biomassa Mencapai 1.101,59 GWh di 2025
Melalui proses karbonisasi, biomassa diolah menjadi bahan bakar yang lebih stabil, memiliki nilai kalor tinggi, dan siap dimanfaatkan dalam sistem pembangkit.
Kerja sama ini juga mencakup pengembangan biomass hub, riset teknologi pengolahan limbah menjadi energi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia kedua belah pihak.
Perusahaan juga menargetkan transformasi peran dari sekadar penyedia energi menjadi integrator rantai pasok energi primer yang lebih bersih, sejalan dengan target net zero emission.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Limbah-untuk-energi-bersih.jpg)