Minggu, 3 Mei 2026

Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan untuk Perkuat Industri Nasional Hadapi Tantangan Global

Transformasi bidang transportasi dan distribusi nasional harus berorientasi pada efisiensi dan integrasi.

Tayang:
Editor: Sanusi
HO
INDUSTRI PELAYARAN - The 4th Seminar on Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia (SCI) di Jakarta, belum lama ini. 

Ringkasan

  • Tantangan global mulai dari krisis di Laut Merah, meningkatnya tensi geopolitik, hingga kemacetan di sejumlah pelabuhan dunia.
  • Pelabuhan harus melakukan evolusi, terutama pada system pelabuhan menjadi intermodal transport.
  • Sektor transportasi dan pergudangan diproyeksikan akan memberikan kontribusi terhadap PDB Indonesia sebesar Rp1.500,28 triliun.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri pelayaran menyoroti tantangan global yang memengaruhi rantai pasok internasional, mulai dari krisis di Laut Merah, meningkatnya tensi geopolitik, hingga kemacetan di sejumlah pelabuhan dunia.

Direktur Utama PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) Joko Noerhudha mengatakan, dalam menghadapi tantangan itu maka pelabuhan harus melakukan evolusi, terutama pada system pelabuhan menjadi intermodal transport yang berorientasi pada Supply-Chain Integrated Port. 

Baca juga: Presiden Diminta Bangun Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Negeri di Nusa Tenggara Timur

Hal ini perlu dilakukan, sebab kata Joko, pelabuhan memegang peranan penting dalam rantai pasok terutama di Indonesia yang 90 persen export-importnya melalui laut. Sehingga, efisiensi logistik nasional dapat terlaksana.

“Transformasi bidang transportasi dan distribusi nasional harus berorientasi pada efisiensi dan integrasi. SPSL berperan memperkuat konektivitas pelabuhan dengan kawasan industri dan hinterland melalui digitalisasi dan standarisasi layanan. Tujuannya adalah menghadirkan sistem transportasi dan distribusi yang andal, efisien, dan berdaya saing global,” ungkap Joko saat The 4th Seminar on Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia (SCI), dikutip Rabu (22/10/2025).

Berdasarkan data Supply Chain Indonesia (SCI), sektor transportasi dan pergudangan diproyeksikan akan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp1.500,28 triliun hingga akhir tahun 2025, dan meningkat menjadi Rp1.703,21 triliun pada 2026, tumbuh masing-masing sebesar 9,03 persen dan 9,31 persen (c-to-c).

Baca juga: 90 Persen Kecelakaan Laut Akibat Faktor Manusia, Industri Pelayaran Diminta Tingkatkan HSSE

Lebih lanjut Joko menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelabuhan, pelaku transportasi dan distribusi, dan industri untuk membangun ekosistem rantai pasok yang terkoneksi dan adaptif terhadap tantangan global.

“Melalui sinergi antar sektor, Indonesia dapat memperkuat ketahanan transportasi dan distribusi nasional dan berkontribusi dalam menciptakan rantai pasok regional yang tangguh dan berkelanjutan,” tutur Joko.

CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menjelaskan, forum tahunan ini bertujuan memberikan tinjauan menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasional, sekaligus mengulas tantangan dan peluang di tengah dinamika global.

Baca juga: Kapal Perang Baru KRI Brawijaya-320 Tiba Setelah 44 Hari Pelayaran dari Italia, Ini Spesifikasinya

“Event ini merupakan acara tahunan, tentang review ekonomi selama setahun terakhir dan melihat proyeksi di tahun selanjutnya. Perbedaannya saat ini diwarnai konflik geo politik yang pasti mempengaruhi perekonomian. Termasuk sektor logistik, dalam hal ini arus barang global," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved