Jumat, 24 April 2026

Kemenekraf Dukung Sektor Informal di Kota Depok Lewat ICEFF 2025

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Islamic Creative Economy Founder Fund (ICEFF) 2025 di Balai Kota Depok, Jawa Barat.

Tribunnews.com/Ist
ICEFF - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Islamic Creative Economy Founder Fund (ICEFF) 2025 di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025). Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap pengembangan pelaku usaha ekonomi kreatif sebagai bagian dari implementasi Program Gig Economy 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Ekonomi Kreatif menyelenggarakan ICEFF 2025.
  • Sebanyak 50 pelaku ekonomi kreatif dan calon wirausaha dari berbagai subsektor di Kota Depok mengikuti kegiatan ini.
  • Selain Pemkot Depok, kegiatan ini juga menggandeng pihak PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Islamic Creative Economy Founder Fund (ICEFF) 2025 di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap pengembangan pelaku usaha ekonomi kreatif sebagai bagian dari implementasi Program Gig Economy 2025.

Selain itu, ini juga menjadi bagian dari upaya Kemenekraf memperluas akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya pekerja lepas (gig workers) dan wirausaha muda di sektor ekonomi kreatif berbasis syariah.

Sebanyak 50 pelaku ekonomi kreatif dan calon wirausaha dari berbagai subsektor di Kota Depok mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kemenekraf, Anggara Hayun Anujuprana.

Anggara menegaskan gig economy merupakan model ekonomi masa depan yang menuntut fleksibilitas, kemandirian, serta kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong pelaku usaha ekonomi kreatif untuk naik kelas."

"Bukan hanya menjalankan usaha sampingan, tetapi mampu membangun usaha yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Anggara dalam sambutannya, dikutip dari keterangan tertulis.

Selain Pemkot Depok, kegiatan ini juga menggandeng pihak PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Dikutip dari laman Pemkot Depok, melalui kerja sama dengan PNM, peserta yang telah siap memulai usaha akan mendapatkan pembiayaan awal antara Rp 2 Juta hingga Rp 10 Juta yang disalurkan secara berkelompok.

Setelah memperoleh pendanaan, peserta juga akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan usaha sesuai dengan bidangnya, mulai dari kuliner, fesyen, hingga industri kreatif lainnya.

Baca juga: Wamenhut Rohmat Marzuki Sebut Nilai Transaksi Ekonomi Hutan Rp3 Triliun tapi Penyuluh Masih Kurang

“Kami tidak ingin kegiatan berhenti di tahap workshop saja. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan berkelanjutan dari pelatihan, permodalan, hingga pendampingan,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif para peserta.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ICEFF 2025 di Kota Depok.

“Kami menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf di Kota Depok yang bekerjasama dengan PNM. Kegiatan ini memberikan kesempatan dan akses kepada teman-teman pelaku ekonomi kreatif untuk mendapatkan pendanaan yang mudah, cepat, dan tidak memberatkan,” ujar Chandra.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved